Perayaan puncak HUT ke-499 DKI Jakarta di Bundaran HI diproyeksikan memutar uang lebih dari Rp2 triliun di kawasan Jakarta Pusat. Lonjakan itu muncul seiring membludaknya wisatawan yang hadir pada malam perayaan.
Kepadatan pengunjung membuat sejumlah fasilitas akomodasi di sekitar lokasi ikut terisi penuh. Dampaknya paling cepat terasa pada sektor perhotelan, yang menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.
Hotel penuh dan belanja ikut bergerak
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut keramaian di sekitar Bundaran HI langsung menghidupkan perputaran ekonomi. Ia menilai banyaknya orang yang datang menunjukkan ruang publik mampu menjadi penggerak konsumsi dalam waktu singkat.
“Mungkin nggak tahu deh, setelah malam ini, perputaran ekonomi di sekitar HI ini lebih dari Rp 2 triliun. Serius, boleh dicek di semua hotel penuh, gue nggak tahu pada tidur di mana. Di garasi gue nggak tahu deh. Tapi artinya semua hotel penuh,” ujar Rano Karno.
Menurut dia, acara di ruang terbuka mendorong pengunjung datang, berbelanja, dan menginap. Pola itu juga ikut memperkuat arus wisata ke Jakarta saat perayaan besar digelar di pusat kota.
Daya tarik acara besar bagi pariwisata urban
Di Bundaran HI, panggung hiburan malam dengan deretan penyanyi nasional menjadi magnet utama bagi ribuan pengunjung. Akumulasi massa yang hadir membuat rangkaian peringatan hari jadi Jakarta ditutup dengan catatan transaksi yang dinilai signifikan bagi pelaku usaha setempat.
Pemerintah daerah menilai penyelenggaraan acara berskala besar secara konsisten mampu mendorong pariwisata urban. Saat ribuan orang berkumpul di pusat kota, aktivitas ekonomi ikut bergerak dari penginapan hingga konsumsi masyarakat.
Angka ini dibandingkan dengan momen Ramadan dan Idul Fitri
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membandingkan capaian tersebut dengan realisasi perputaran uang di lokasi yang sama saat Ramadan dan Idul Fitri. Ia menyebut transaksi di Jakarta pada momentum itu mencapai lebih dari Rp75 triliun.
“Kami sampaikan kemarin ketika kita menyambut Idul Fitri dan Ramadan, transaksi di Jakarta lebih dari Rp 75 triliun pada saat peringatan untuk Idul Fitri tri dan Ramadan. Itu yang kemudian membuat ekonomi di Jakarta dalam kondisi tekanan ekonomi global mudah-mudahan kami tetap bisa memberikan subsidi pangan pada masyarakat,” ujar Pramono Anung.
Pemerintah DKI memandang ramainya kunjungan dan meningkatnya transaksi sebagai sinyal positif bagi ekonomi daerah. Di tengah tekanan ekonomi global, momentum seperti perayaan HUT Jakarta juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat lewat program bantuan sosial dan subsidi pangan.







