Di antara empat layanan pinjaman digital yang banyak dilirik, Shopee dan GoPay Pinjam tampak menawarkan angka bunga awal yang paling rendah. Namun, total biaya yang dibayar pengguna tidak berhenti pada bunga bulanan, karena ada provisi, biaya layanan, pajak, dan skema denda yang ikut menentukan beban akhir.
Karena itu, perbandingan tidak cukup hanya melihat angka bunga yang tertulis di awal penawaran. Perlu dibaca juga cara potongan dana, biaya tambahan, serta ketentuan keterlambatan agar pinjaman yang dipilih benar-benar sesuai dengan kemampuan bayar.
Shopee menonjol dengan bunga tetap dan biaya awal yang sederhana
Layanan SPinjam milik Shopee menawarkan suku bunga tetap mulai dari 1,8% per bulan atau setara 0,06% per hari. Fitur ini juga menonjolkan kebijakan bebas biaya administrasi untuk pengajuan pinjaman pertama.
Dalam contoh simulasi, pinjaman Rp1,5 juta dengan tenor 3 bulan dikenakan cicilan sekitar Rp527.000 per bulan. Jika tenornya 6 bulan, cicilan turun ke kisaran Rp277.000 per bulan.
GoPay Pinjam punya bunga awal rendah, tetapi biayanya lebih berlapis
GoPay Pinjam yang dikelola Findaya menyasar pengguna umum yang membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan harian maupun konsumtif. Suku bunganya dipatok flat di kisaran 1,11% hingga 2,69% per bulan, dengan besarannya bergantung pada profil risiko akun dan tenor pinjaman.
Di sisi lain, pengguna perlu mencermati biaya layanan mulai 1,95% per bulan, biaya provisi 1% hingga 5,3% yang dipotong di awal, serta PPN 11% dari total biaya layanan. Untuk pelaku usaha, tersedia GoPay Pinjam Modal atau GoModal dengan bunga 0,99% hingga 3% per bulan dan biaya admin 0% sampai 3%.
Lazada berada di rentang menengah dengan potongan awal yang jelas
LazBon merupakan fitur pinjaman tunai hasil kerja sama Lazada dengan beberapa mitra fintech lending resmi yang berada dalam koridor regulasi OJK. Rata-rata suku bunganya berada di rentang 1,5% hingga 3,5% per bulan dan disesuaikan dengan penilaian skor kredit konsumen.
Biaya tambahan pada layanan ini mencakup provisi atau admin sebesar 1% hingga 5% yang langsung dipotong dari dana pencairan. Jika terjadi keterlambatan, skema dendanya mengikuti aturan terbaru OJK dan AFPI dengan batas maksimal 0,1% hingga 0,3% per hari dari sisa pokok pinjaman.
Grab lebih diarahkan ke ekosistem produktif internal
GrabModal berjalan melalui OVO Finansial dan menyasar dua segmen utama, yaitu mitra pengemudi lewat GrabModal Narik dan mitra merchant melalui GrabModal Mantul. Untuk GrabModal Narik, bunga pinjaman dipatok flat 4,0% per bulan, sedangkan GrabModal Mantul berada di rentang 3,0% hingga 5,0% per bulan.
Grab menyebut tidak ada biaya admin tambahan tersembunyi karena pemotongan sudah dihitung terbuka sejak awal penawaran. Sistem pembayarannya juga memakai potong saldo otomatis dari pendapatan harian mitra, sehingga sebagian besar program ini bebas dari denda harian dan dilengkapi fitur jeda bayar saat mitra libur beroperasi.
Gambaran perbandingan biaya empat layanan
| Layanan | Biaya utama |
|---|---|
| Shopee | Bunga tetap mulai 1,8% per bulan, tanpa biaya administrasi untuk pinjaman pertama |
| GoPay Pinjam | Bunga 1,11%–2,69% per bulan, plus biaya layanan, provisi, dan PPN |
| Lazada | Bunga 1,5%–3,5% per bulan, plus provisi 1%–5% dan denda keterlambatan sesuai ketentuan OJK/AFPI |
| Grab | Bunga 4,0% per bulan untuk Narik dan 3,0%–5,0% per bulan untuk Mantul, dengan potong saldo otomatis |
Dilihat dari bunganya saja, Shopee dan GoPay Pinjam cenderung menawarkan angka awal yang lebih rendah pada kondisi tertentu. Namun, Lazada dan Grab bisa menjadi lebih mahal atau lebih ringan tergantung produk, profil pengguna, serta skema potongan yang berlaku sejak awal.
Jonathan Christianto, Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, menegaskan bahwa transparansi membantu pengguna membuat keputusan yang lebih matang. Ia menyebut pengguna perlu memahami komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran agar keputusan finansial bisa disesuaikan dengan kemampuan mereka.
Source: teknologi.bisnis.com






