Bunga Pinjaman UMi Dipangkas ke 8 Persen, Pemerintah Bidik Daya Tahan UMKM

Pemerintah memastikan bunga pinjaman bagi Usaha Mikro atau UMi akan turun tajam dari 22 persen menjadi 8 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan tersebut menjadi sinyal dukungan yang kuat bagi pelaku usaha mikro.

Penurunan bunga itu ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi dari tingkat masyarakat. Pemerintah juga mengaitkan penguatan UMKM dengan harapan membaiknya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.

Skema Pinjaman UMiTingkat BungaKeterangan
Sebelumnya22 persenBunga pinjaman Usaha Mikro sebelum penurunan
Setelah kebijakan8 persenPenurunan yang dipastikan pemerintah

Purbaya mengatakan Presiden Prabowo telah memastikan perubahan bunga pinjaman tersebut. Menurut dia, langkah itu menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat dan pelaku UMKM.

“Pak Presiden Prabowo bahkan sudah memastikan bahwa bunga pinjaman ke Usaha Mikro (UMi) itu bisa turun dari 22 persen ke delapan persen,” ujar Purbaya. Kebijakan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mikro menjalankan serta mengembangkan kegiatan usahanya.

UMKM dan Kepercayaan terhadap Ekonomi

Purbaya memandang UMKM bukan hanya sektor penerima dukungan pembiayaan. Keberlangsungan usaha-usaha kecil dinilai berkaitan dengan fondasi pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka waktu tertentu.

Ia menilai investor cenderung menempatkan dana pada negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi baik. Stabilitas sosial dan politik juga menjadi pertimbangan penting dalam membangun keyakinan terhadap suatu negara.

Dalam pandangan pemerintah, UMKM yang tumbuh kuat dapat membantu menjaga stabilitas tersebut. Sektor ini berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat di berbagai lapisan.

“Jadi, kalau UMKM bisa tumbuh dengan kuat sudah pasti stabilisasi sosial politik terjaga,” kata Purbaya. Ia menyatakan Kementerian Keuangan dan pemerintah akan memberi perhatian terhadap penguatan ekonomi UMKM ke depan.

Rupiah Masih Menghadapi Faktor Eksternal

Harapan penguatan rupiah tidak dilepaskan dari kondisi pasar global yang masih memengaruhi pergerakan nilai tukar. Purbaya mengakui ada sejumlah sentimen dunia yang tidak dapat dikendalikan langsung oleh pemerintah Indonesia.

“Karena ada beberapa sentimen global di pasar dunia yang kita enggak bisa kendalikan,” kata Purbaya, seperti dikutip Viva. Karena itu, pemerintah menaruh perhatian pada unsur domestik yang dapat diperkuat melalui kebijakan.

Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi salah satu unsur yang ingin dijaga di tengah tekanan eksternal. Dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah diposisikan sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi dari dalam negeri.

Purbaya meyakini ekonomi yang terus bertumbuh serta UMKM yang tetap hidup dapat mendukung penguatan rupiah secara bertahap. Ia menyebut arah kebijakan bunga UMi sebagai salah satu penanda perhatian pemerintah terhadap ekonomi rakyat.

Penurunan bunga menjadi 8 persen juga mempertegas posisi UMi dalam agenda ekonomi pemerintah. Fokusnya bukan semata pada pembiayaan, melainkan pada ketahanan sektor usaha masyarakat ketika pasar global bergejolak.

Source: www.viva.co.id
Berita Terkait