Daya tarik papan catur digital ini justru datang dari suaranya. Alih-alih menampilkan langkah dengan layar datar yang sunyi, setiap petak memakai sistem split-flap yang berputar dan menghasilkan bunyi mekanis khas, mirip panel jadwal di bandara.
Efek itu membuat permainan terasa lebih hidup setiap kali posisi berubah. Saat papan diperbarui, deretan flap bekerja serentak dan menghadirkan sensasi “takatakataka” yang menjadi bagian dari pengalaman bermainnya.
Proyek ini menarik perhatian setelah muncul di subreddit Arduino dari pengguna bernama e4_user. Wujudnya menyerupai papan catur yang dirakit dari modul tampilan split-flap mini, bukan papan digital biasa yang hanya mengandalkan grafis di layar.
Setiap petak berfungsi sebagai display tersendiri. Ketika posisi permainan berganti, flap pada petak terkait berputar untuk menampilkan simbol buah catur yang sesuai pada kotak terbaru.
Dengan pendekatan itu, papan tidak lagi bergantung pada bidak fisik yang dipindahkan di atas permukaan. Seluruh posisi permainan divisualisasikan langsung lewat perubahan mekanis di tiap kotak, sehingga papan terasa seperti antarmuka fisik yang aktif.
Mesin kecil di balik papan catur
Di balik tampilan unik itu, ada susunan kontrol yang cukup rapi. e4_user menjelaskan bahwa ESP32 menjadi otak utama yang menjalankan engine catur.
Beberapa Raspberry Pi Pico juga ikut dipakai sebagai pengendali tambahan. Masing-masing Pico menangani satu rank atau baris pada papan, sehingga beban kerja terbagi ke beberapa modul sekaligus.
Pembagian tugas seperti ini membantu mengelola banyak display split-flap dalam satu sistem. Di saat yang sama, logika permainan tetap berjalan di tingkat pusat, jadi proyek ini bukan hanya menarik dilihat, tetapi juga menunjukkan pemecahan masalah teknik yang nyata.
Belum selesai, tetapi sudah mencuri perhatian
Meski sudah bisa diperlihatkan, proyek ini masih berada dalam tahap pengembangan. Saat ini baru lima dari delapan rank yang selesai dibuat.
Kondisi itu juga menjelaskan mengapa buah hitam belum terlihat pada demonstrasi yang beredar. Masih ada bagian papan yang belum dibangun, sehingga pengalaman bermain penuh belum tersedia.
Namun, keterbatasan tersebut tidak mengurangi perhatian yang didapat proyek ini. e4_user menyebutnya sebagai proyek engineering pertamanya, dan hasil yang sudah terlihat membuat perpaduan mekanik, mikrokontroler, serta engine catur tampak menonjol.
Mengapa banyak orang tertarik mengikuti perkembangannya
Papan catur digital bukan hal baru, tetapi split-flap memberi karakter yang sangat berbeda. Proyek ini tidak mengejar kesan futuristis yang steril, melainkan menghadirkan pengalaman bermain yang lebih fisik, berisik, dan memuaskan secara sensorik.
Bunyi flap yang berputar menjadi bagian penting dari pesonanya. Dalam banyak perangkat modern, suara mekanis sering dihilangkan demi efisiensi, tetapi pada papan ini justru suara itulah yang membuat setiap langkah terasa punya bobot.
Karena itu, daya tariknya melampaui penggemar catur saja. Penggemar perangkat retro, display mekanis, Arduino, ESP32, dan Raspberry Pi Pico juga punya alasan untuk mengikuti perkembangan proyek ini.
Catur sendiri sudah lama akrab dengan teknologi, dari pertarungan mesin melawan grandmaster hingga program modern yang mampu bermain di level yang dulu hanya bisa dicapai superkomputer. Di tengah sejarah itu, papan split-flap ini menawarkan arah yang berbeda karena fokusnya bukan pada kekuatan komputasi, melainkan pada cara catur dirasakan saat dimainkan.
Source: www.xda-developers.com