Gaya Shakira bertahan bukan karena mengikuti arus mode yang berubah cepat, melainkan karena ia selalu tampil dengan identitas yang jelas. Dari panggung sampai momen santai, penampilannya tetap mudah dikenali dan tidak kehilangan karakter.
Kekuatan itu membuat fashion pada diri Shakira terasa seperti bagian dari kepribadiannya, bukan sekadar pelengkap. Saat banyak figur hiburan berganti tampilan demi mengejar tren, Shakira justru menjaga citra visual yang konsisten dan hidup.
Gerakan menjadi bagian dari busana
Pilihan busana Shakira tidak hanya ditujukan untuk dilihat, tetapi juga untuk dipakai bergerak. Ia dikenal memilih outfit yang nyaman untuk menari dan mendukung koreografi intens di panggung.
Pendekatan itu membuat tampilannya tidak terasa kaku meski memakai busana glamor. Stylist Shakira, Nicolas Bru, mengatakan bahwa semua dibuat berdasarkan koreografi yang mengikuti gaya lagu dan gerakan yang ingin ditonjolkan di setiap momen, dikutip dari Harper’s Bazaar.
Rambut yang jadi penanda kuat
Salah satu elemen paling mudah dikenali dari Shakira adalah rambut curly blonde yang sudah lama melekat padanya. Tekstur rambut itu memberi kesan bebas, sensual, dan penuh energi, sekaligus menjaga visualnya tetap konsisten.
Ia memang pernah mencoba rambut hitam lurus hingga merah menyala. Namun pada akhirnya ia kembali pada tekstur curly alami yang kini menjadi signature look, sejalan dengan meningkatnya apresiasi terhadap rambut bertekstur natural.
Akar Latin yang tetap hadir di atas panggung
Identitas budaya juga menjadi bagian penting dari gaya Shakira. Banyak busana panggungnya terinspirasi dari budaya Latin, belly dancing, dan nuansa bohemian yang sensual serta artistik.
Pilihan itu terlihat lewat warna-warna berani, detail aksesori, dan siluet yang menonjolkan gerakan tubuh. Nicolas Bru menyebut mereka menggunakan banyak warna berani karena terasa sangat kuat dan penuh gairah, dikutip dari Harper’s Bazaar.
Nostalgia yang dibawa ke tampilan modern
Shakira juga pandai menghidupkan kembali sentuhan mode dari era 1990-an dan awal 2000-an tanpa membuatnya terasa usang. Elemen lama itu ia kemas dengan styling yang lebih modern dan sophisticated.
Keseimbangan ini terlihat dalam tur Las Mujeres Ya No Lloran yang banyak memunculkan referensi visual dari awal kariernya. Di saat yang sama, ia tetap tampil dalam couture dress, custom bodysuit, dan sentuhan dari fashion house mewah seperti Versace.
Perpaduan itu membuat gayanya terasa akrab bagi penggemar lama dan tetap relevan bagi pembaca mode masa kini. Shakira tidak hanya membawa nostalgia, tetapi juga memberi bentuk baru yang sesuai dengan konteks sekarang.
Tetap kuat di momen santai maupun formal
Daya tarik Shakira tidak bergantung pada satu jenis penampilan saja. Saat memakai jeans dan kaus, ia tetap terlihat santai dan effortless, sementara di atas panggung atau red carpet auranya berubah menjadi glamor dan kuat.
Perubahan suasana itu tidak menghapus karakter yang dibangun selama ini. Justru keaslian itulah yang membuat gaya Shakira terasa timeless dan mudah diingat.
Orang pada akhirnya tidak hanya mengingat busana yang ia kenakan, tetapi juga energi dan rasa percaya diri yang menyertainya. Karena itu, style Shakira terus bertahan sebagai salah satu yang paling ikonik di tengah perubahan mode yang bergerak cepat.
Source: www.idntimes.com






