Buyback Rp3,5 Triliun Disetujui, GOTO Tunjukkan Ambisi Jaga Saham Tetap Kuat

Author: Redaksi Android62

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mendapat lampu hijau pemegang saham untuk melakukan buyback saham senilai Rp3,5 triliun. Aksi korporasi ini menjadi sinyal bahwa perseroan ingin menjaga valuasi saham tetap sejalan dengan fundamental bisnisnya.

Persetujuan itu diberikan dalam RUPST dan RUPSLB di Jakarta, Kamis (18/6/2026), dengan sumber dana berasal dari kas internal perseroan. Program buyback tersebut akan berjalan paling lama 12 bulan, mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

Langkah lanjutan setelah program sebelumnya selesai

Keputusan baru ini hadir setelah program buyback sebelumnya resmi berakhir. Program yang dimulai pada 19 Juni 2025 itu membuat GOTO menyerap 7.593.660.600 lembar saham Seri A dari pasar.

Dengan tambahan tersebut, jumlah saham tresuri yang kini dipegang GOTO mencapai 39.780.078.403 lembar saham Seri A. Sementara itu, saham perseroan yang masih beredar di luar saham tresuri tercatat sebanyak 1.151.364.918.817 lembar.

Kinerja keuangan ikut membaik

Di saat yang sama, GOTO juga mencatat perbaikan kinerja keuangan yang cukup tegas. Perseroan membukukan pendapatan Rp18,3 triliun sepanjang 2025, tumbuh 24 persen secara tahunan.

Kerugian bersih perseroan ikut menyusut tajam menjadi Rp1,18 triliun, turun 77 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pada kuartal I 2026, GOTO bahkan mencatat laba bersih perdana sebesar Rp257,9 miliar.

Manajemen sebut tidak ganggu operasional

Direktur GOTO Simon Tak Leung Ho menyampaikan bahwa program pembelian kembali saham yang disetujui dalam RUPSLB 18 Juni 2025 telah selesai dengan total pembelian 7.593.660.600 lembar saham Seri A. Ia menegaskan aksi tersebut dilakukan sesuai regulasi pasar modal dan mandat investor publik.

Simon juga menambahkan bahwa buyback sebelumnya tidak menimbulkan dampak merugikan bagi operasional maupun kelangsungan usaha. Menurut dia, informasi itu tidak berdampak pada kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Fokus tata kelola dan susunan direksi tetap

Selain menyetujui laporan keuangan, rapat pemegang saham juga mempertahankan seluruh susunan dewan komisaris dan direksi. Keputusan ini ditempuh untuk menjaga keberlanjutan kepemimpinan serta stabilitas tata kelola perusahaan.

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo mengatakan perseroan tetap fokus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. Ia menyebut fokus itu ditujukan bagi seluruh pemegang saham serta jutaan masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan GoTo setiap hari, termasuk mitra pengemudi, konsumen, dan mitra pedagang.

Susunan Dewan Komisaris GOTO periode 2026 tetap diisi Agus D. W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama. Posisi komisaris independen tetap ditempati John A. Prasetio, Dirk Van den Berghe, dan Marjorie Tiu Lao.

Adapun kursi komisaris lainnya tetap diisi Wishnutama Kusubandio, Andre Soelistyo, dan Santoso Kartono. Dengan struktur yang tidak berubah, GOTO tampak ingin menjaga kesinambungan strategi di tengah dorongan memperkuat nilai saham dan kinerja usaha.

Berita Terbaru