BYD Atto 1 terbaru langsung mencuri perhatian karena berubah jauh lebih besar dan lebih bertenaga, sementara banderol yang beredar masih berada di kisaran Rp 199 juta sampai Rp 245 juta. Kombinasi itu membuat mobil listrik perkotaan ini tetap terlihat menarik di tengah persaingan yang makin padat.
Perubahan tersebut tercatat dalam dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok atau MIIT pada 10 Juli 2026. Jika model ini benar masuk ke Indonesia, posisinya berpotensi menjadi salah satu pilihan paling serius di kelas mobil listrik terjangkau.
Tenaga Melonjak Jauh
Penguatan paling besar ada di sektor penggerak. BYD membekali Atto 1 terbaru dengan motor sinkron magnet permanen berkode TZ164XYB yang menghasilkan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 dk.
Angka itu jauh di atas model sebelumnya yang hanya 55 kW atau sekitar 75 dk. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 150 km/jam, sedangkan baterainya tetap mengandalkan teknologi Lithium Iron Phosphate atau LFP.
| Spesifikasi | Atto 1 Lama | Atto 1 Terbaru |
|---|---|---|
| Tenaga maksimum | 55 kW atau 75 dk | 95 kW atau 127 dk |
| Motor listrik | Tidak disebutkan | TZ164XYB |
| Kecepatan maksimum | Tidak disebutkan | 150 km/jam |
| Baterai | LFP | LFP |
Bodi Membesar, Ruang Kabin Ikut Menguat
Dimensi Atto 1 terbaru juga naik cukup signifikan. Panjangnya kini 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dengan wheelbase 2.650 mm.
Dibandingkan model sebelumnya, jarak sumbu roda bertambah sekitar 150 mm. Panjang bodi pun naik 425 mm, sehingga posisinya makin mendekati BYD Dolphin dan berpotensi membuat ruang kaki penumpang belakang lebih lega.
| Dimensi | Atto 1 Terbaru | Perubahan |
|---|---|---|
| Panjang | 4.205 mm | Bertambah 425 mm |
| Lebar | 1.810 mm | Tidak disebutkan |
| Tinggi | 1.570 mm | Tidak disebutkan |
| Wheelbase | 2.650 mm | Bertambah 150 mm |
Bobot Naik, Namun Masih Wajar untuk Hatchback Listrik
Ukuran yang bertambah juga membuat bobot kendaraan ikut naik. Varian standar memiliki bobot kosong 1.180 kg, sedangkan varian tertinggi mencapai 1.255 kg.
Meski lebih berat, angka tersebut masih tergolong wajar untuk hatchback listrik modern. Seluruh varian memakai ban 205/60 R16 yang dinilai cukup seimbang untuk kenyamanan dan efisiensi.
Fitur Tambahan Mengarah ke Arah yang Lebih Modern
BYD juga menyiapkan sejumlah opsi personalisasi, mulai dari desain pelek aerodinamis, side skirt, spatbor, hingga emblem yang bisa disesuaikan dengan pasar masing-masing. Detail ini menunjukkan bahwa Atto 1 terbaru tidak hanya difokuskan pada efisiensi, tetapi juga daya tarik visual.
Dokumen registrasi turut memperlihatkan opsi kamera yang terintegrasi pada lampu rem bagian atas. Sebelumnya, prototipe mobil ini juga sempat terlihat memakai sensor LiDAR saat pengujian, sehingga dugaan kehadiran sistem bantuan berkendara yang lebih canggih ikut menguat.
Untuk pasar global, model ini akan dipasarkan dengan beberapa nama, yakni BYD Atto 1, BYD Dolphin Surf, dan BYD Dolphin Mini. Nama bisa berbeda, tetapi arah pengembangannya tetap sama, yaitu membuat mobil listrik kecil yang lebih besar, lebih kencang, dan lebih siap bersaing.
Dengan harga yang masih berada di rentang Rp 199 juta sampai Rp 245 juta, peningkatan tenaga dan dimensi tersebut membuat BYD Atto 1 terbaru layak dipantau. Jika benar hadir di Indonesia, mobil ini bisa mengisi celah penting di pasar mobil listrik perkotaan.
