BYD Atto 2 terbaru hadir dengan perubahan paling mencolok pada sektor teknis, yakni perpindahan motor listrik ke gandar belakang. Konfigurasi Rear-Wheel Drive atau RWD ini menandai perbedaan besar dari model sebelumnya yang masih mengandalkan penggerak roda depan.
Perubahan tersebut bukan hanya soal karakter berkendara. Rancang ulang ini juga membuka ruang kabin belakang yang lebih lapang karena wheelbase ikut bertambah dari sekitar 2.620 mm menjadi 2.770 mm.
RWD dan Suspensi yang Lebih Matang
Informasi dari proses homologasi dan pengujian di Tiongkok menunjukkan bahwa Atto 2 terbaru akan ditawarkan dengan dua pilihan motor listrik. Tenaganya disebut berada di kisaran 100 kW dan 120 kW.
Angka itu memang sedikit lebih kecil dibanding motor 130 kW pada versi sebelumnya. Namun, konfigurasi RWD diyakini memberi distribusi bobot yang lebih seimbang, stabilitas yang lebih baik, dan respons kemudi yang lebih enak saat mobil bermanuver.
BYD juga disebut membekali seluruh varian dengan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link. Kombinasi ini diarahkan untuk menjaga kenyamanan sekaligus meningkatkan kestabilan di berbagai kondisi jalan.
Kabin Belakang Jadi Lebih Lega
Pembesaran wheelbase menjadi salah satu perubahan yang paling terasa bagi penumpang. Ruang kaki baris kedua berpotensi lebih longgar, sehingga mobil ini semakin menarik untuk penggunaan keluarga maupun perjalanan jarak jauh.
Dimensi bodi secara keseluruhan juga ikut membesar. Panjang kendaraan kini mencapai sekitar 4.665 mm, dengan lebar 1.895 mm dan tinggi 1.675 mm.
Dengan ukuran tersebut, Atto 2 tetap berada di kelas SUV listrik kompak, tetapi tampil dengan proporsi yang lebih besar dan kemasan yang terasa lebih dewasa.
LiDAR dan DiPilot 300 Ikut Disiapkan
Salah satu pembaruan yang paling menarik perhatian adalah opsi LiDAR untuk mendukung sistem bantuan mengemudi DiPilot 300. Kehadiran sensor ini menempatkan Atto 2 di level yang lebih serius dalam urusan keselamatan aktif dan fitur semi-otonom.
LiDAR memungkinkan pemetaan lingkungan sekitar kendaraan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, terutama saat menghadapi lalu lintas yang kompleks. Di segmen SUV listrik kompak, teknologi ini bisa menjadi pembeda penting karena banyak rival masih mengandalkan kamera dan radar.
Posisi Pengisian Daya dan Detail Eksterior
Perubahan praktis lainnya ada pada posisi port pengisian daya. Jika sebelumnya berada di fender depan, kini letaknya dipindah ke sisi belakang kendaraan seperti tutup tangki pada mobil konvensional.
Penempatan baru ini dinilai lebih memudahkan proses pengisian di berbagai tipe stasiun pengisian. Pada eksterior, perubahan lain terlihat relatif konservatif karena BYD justru menghapus aksen warna pada bagian bawah bumper depan.
Unit uji yang tertangkap kamera di Tiongkok juga terlihat memakai aksen turquoise pada beberapa bagian seperti bumper, spion, gagang pintu, dan side skirt. Belum ada kepastian apakah detail itu akan masuk ke versi produksi atau hanya bagian dari kamuflase pengembangan.
Baterai LFP dan Jarak Tempuh
Untuk sumber energi, Atto 2 terbaru tetap mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP. Tersedia dua kapasitas, yaitu 42 kWh dan 52 kWh.
Estimasi jarak tempuhnya masing-masing mencapai hingga 410 kilometer dan 505 kilometer berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle atau CLTC. Meski begitu, model ini disebut masih belum mengadopsi teknologi pengisian daya ultra-cepat yang mulai diterapkan BYD pada beberapa produk terbarunya.
Di sisi interior, konsep dasarnya masih dipertahankan. Perbedaan yang terlihat terutama ada pada penggunaan logo “Yuan” di lingkar kemudi untuk pasar domestik Tiongkok.
Di pasar Tiongkok, model ini memang dipasarkan dengan nama Yuan UP. Hingga kini, BYD belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun spesifikasi final untuk pasar global, tetapi rangkaian pembaruan yang diuji menunjukkan arah pengembangan yang lebih fokus pada kenyamanan, teknologi, dan kualitas berkendara.







