BYD menyiapkan pembaruan besar untuk Atto 2 yang membawa perubahan paling penting di sektor penggerak. SUV kompak ini akan beralih dari penggerak roda depan menjadi penggerak roda belakang, sebuah langkah yang langsung mengubah posisinya di tengah persaingan mobil listrik perkotaan.
Perubahan itu tidak berdiri sendiri. BYD juga menambahkan LiDAR, memperbarui desain, serta memperluas kabin lewat jarak sumbu roda yang lebih panjang agar Atto 2 tampil lebih siap menghadapi rival seperti Geely EX2, Changan Nevo Q05, dan MG4 Urban.
Penggerak baru, ruang belakang lebih lega
Atto 2 terbaru dibangun di atas e-Platform 3.0 Evo, platform yang juga dipakai BYD Sea Lion 07. Karena basis baru ini, BYD menargetkan karakter berkendara yang lebih dinamis sekaligus memberi ruang lebih baik bagi penumpang belakang.
Perubahan ke penggerak roda belakang membuat jarak sumbu roda bertambah 150 mm, dari 2.620 mm menjadi 2.770 mm. Efeknya, ruang kaki baris kedua ikut lebih lapang dibandingkan model sebelumnya.
| Aspek | Model Lama | Model Baru |
|---|---|---|
| Sistem penggerak | Roda depan | Roda belakang |
| Jarak sumbu roda | 2.620 mm | 2.770 mm |
| Platform | – | e-Platform 3.0 Evo |
Untuk pasar global, BYD menyiapkan motor listrik belakang 100 kW dan 120 kW, setara sekitar 134 hp dan 161 hp. Ada pula opsi motor depan 130 kW dan 150 kW yang setara 174 hp dan 201 hp.
LiDAR menjadi pembeda utama di kelasnya
Di sisi teknologi, BYD menyematkan sistem pintar dengan LiDAR pada Atto 2 terbaru. Kehadiran perangkat ini menjadi salah satu nilai jual penting karena memberi pembeda dari kompetitor yang masih mengandalkan bantuan mengemudi berbasis kamera dan radar biasa.
Selain LiDAR, Atto 2 juga dibekali paket baterai LFP berkapasitas 42 kWh dan 52 kWh. Dengan kombinasi itu, jarak tempuh yang ditawarkan berada di kisaran 410 hingga 505 km dalam sekali pengisian penuh.
Paket teknologi tersebut membuat Atto 2 terlihat lebih lengkap untuk pasar yang makin padat. BYD tampaknya ingin menguatkan sisi efisiensi, ruang, dan bantuan berkendara dalam satu produk yang lebih matang.
Tampilan disegarkan, pengisian daya dibuat lebih praktis
Secara visual, BYD memberi Atto 2 warna turquoise agar tampil lebih segar. Aksen mewah juga disematkan pada bumper, gagang pintu, spion samping, dan side skirt.
Meski demikian, ubahan kosmetik dibuat tetap terukur. Interior masih banyak dipertahankan, sementara ciri yang membedakan versi ekspor adalah penggunaan logo “Yuan”.
Ada satu perubahan kecil yang relevan bagi pengguna harian. Posisi lubang pengisian daya dipindahkan dari spatbor depan kanan ke area yang lebih mudah diakses, menyesuaikan kebiasaan parkir mundur di banyak area pengisian daya di China.
Sudah disiapkan untuk pasar global dan domestik
Dari sisi distribusi, Atto 2 disebut telah disiapkan sekitar 17.043 unit untuk pasar global. Peluncuran resminya dimulai sejak Mei 2026, dengan harga jual sekitar US$ 17.600 atau sekitar Rp314 juta.
Untuk pasar domestik China, BYD menyiapkan 38.751 unit versi penyegaran ini. Langkah tersebut diambil setelah Atto 2 sempat kalah saing dengan Geely EX2 yang terjual dua kali lebih laku pada periode yang sama.
Pembaruan besar ini menunjukkan upaya BYD untuk mengembalikan daya tarik Atto 2 di dua pasar sekaligus. Jika seluruh perubahan berjalan sesuai rencana, SUV kompak ini berpotensi punya modal lebih kuat untuk mengejar kompetitor di segmen mobil listrik perkotaan.
Source: www.liputan6.com






