BYD Atto 2 RWD Berubah Total, Bukan Sekadar Wajah Baru

Perubahan paling besar pada BYD Atto 2 justru ada di balik bodinya. SUV listrik kompak ini kini terpantau beralih dari penggerak roda depan ke penggerak roda belakang, dan ubahan tersebut ikut menyeret revisi pada posisi motor, suspensi, serta letak port pengisian daya.

Bocoran dari Tiongkok itu menunjukkan bahwa Atto 2 RWD tidak hanya datang dengan tampilan yang diperbarui. Karakternya juga ikut bergeser, terutama karena konfigurasi penggeraknya kini berbeda dari model sebelumnya yang memakai FWD.

Perubahan yang paling mudah terlihat

Salah satu detail yang langsung mencuri perhatian adalah posisi port charger yang kini dipindah ke bagian belakang. Penempatan ini membuat tampilannya lebih mirip mobil bermesin bensin dengan tutup tangki di sisi belakang bodi.

Keputusan itu disebut menjawab keluhan pengguna di China yang menilai posisi port di depan kurang praktis, terutama saat kendaraan diparkir mundur. Dari sisi penggunaan harian, ubahan kecil ini justru bisa terasa paling nyata.

Secara dimensi, BYD Atto 2 RWD tetap berada di kelas SUV kompak. Panjangnya 4.335 mm, lebar 1.830 mm, dan tinggi 1.675 mm, sehingga tetap cocok untuk kebutuhan perkotaan.

Wheelbase-nya juga tidak berubah dan masih 2.620 mm. Artinya, ruang kabin diperkirakan tetap menawarkan keleluasaan yang serupa dengan model sebelumnya meski layout penggeraknya berubah.

RWD menggantikan FWD

Ubahan teknis paling penting ada pada sektor penggerak. BYD Atto 2 kini disebut memakai motor listrik yang dipindah ke belakang, menandai peralihan dari FWD ke RWD.

Untuk tenaganya, ada dua pilihan motor belakang. Opsi pertama menghasilkan 100 kW, sedangkan opsi kedua 120 kW, atau sekitar 134 dk dan 161 dk.

KomponenBYD Atto 2 RWDKeterangan
Sistem penggerakRWDMotor dipindah ke belakang
Tenaga motor 1100 kWSetara sekitar 134 dk
Tenaga motor 2120 kWSetara sekitar 161 dk
Suspensi depanMcPhersonDipakai pada semua varian
Suspensi belakangMulti-linkDipakai pada semua varian

Meski angka tenaganya sedikit lebih kecil dibanding versi FWD sebelumnya, konfigurasi RWD biasanya menawarkan rasa berkendara yang berbeda. Bagi sebagian pengemudi, karakter pengendalian seperti ini justru lebih menarik.

Pembaruan pada kaki-kaki juga menjadi poin penting. Semua varian kini memakai suspensi depan McPherson dan suspensi belakang multi-link untuk mendukung stabilitas sekaligus kenyamanan.

Baterai, jarak tempuh, dan pengisian daya

Di pasar Tiongkok, BYD Atto 2 RWD akan ditawarkan dengan dua opsi baterai LFP, yaitu 42 kWh dan 52 kWh. Kombinasi ini menghasilkan jarak tempuh yang diklaim berada di rentang 410 km hingga 505 km menurut standar CLTC.

Untuk kebutuhan harian di dalam kota maupun komuter, angka tersebut membuat Atto 2 tetap terlihat kompetitif. Namun, kemampuan pengisian cepatnya belum mengalami lonjakan besar.

Versi Tiongkok masih disebut mendukung fast charging hingga 65 kW. Angka ini berbeda dengan versi global yang mampu mencapai 155 kW, sehingga pembaruan di pasar domestik tampak lebih fokus pada arsitektur teknis dan fitur.

Fitur tambahan dan kabin

Dari sisi tampilan, unit uji yang tertangkap kamera hadir dengan warna turquoise. Aksen serupa juga terlihat pada bumper, spion, handle pintu, dan side skirt.

Belum ada kepastian apakah warna tersebut akan menjadi pilihan resmi untuk konsumen. Ada kemungkinan besar warna itu hanya dipakai sebagai identitas unit pengujian.

Masuk ke kabin, ubahannya tergolong ringan. Tata letak interior disebut masih sama, dengan perbedaan kecil seperti penggunaan logo “Yuan” pada setir untuk versi pasar Tiongkok.

BYD juga mulai menyematkan LiDAR sebagai opsi pada Atto 2 RWD untuk mendukung sistem bantuan mengemudi DiPilot. Teknologi ini membantu deteksi objek dan dinilai lebih akurat dibanding sistem yang hanya mengandalkan kamera.

Jika bocoran ini benar-benar mendekati versi produksi, maka BYD Atto 2 RWD hadir dengan pembaruan yang cukup menyeluruh. Perubahannya tidak hanya soal wajah baru, tetapi juga menyentuh kepraktisan, kenyamanan, opsi baterai, dan fitur keselamatan berbasis sensor yang lebih maju.

Untuk saat ini, seluruh detail tersebut masih sebatas bocoran dari Tiongkok. Meski begitu, arah pengembangannya sudah cukup jelas, yakni membuat Atto 2 tampil lebih modern dan lebih siap menghadapi rival di kelas SUV listrik kompak.

Source: kabaroto.com
Berita Terkait