BYD memasarkan Dolphin G DM-i di Jerman dengan harga sekitar Rp 596 jutaan. Posisi harga itu terasa mengejutkan karena hatchback plug-in hybrid ini ditempatkan di antara Dolphin dan Seagull, tetapi banderolnya justru mendekati mobil listrik kelas lebih tinggi.
Menariknya, model ini tidak dikirim langsung dari Tiongkok. BYD merakitnya di Szeged, Hungaria, sehingga distribusi ke pasar Eropa bisa dilakukan dari fasilitas produksi regional tersebut.
Ruang kabin dan bagasi masih jadi andalan
Dolphin G DM-i tetap diposisikan sebagai hatchback praktis untuk lima penumpang. Meski dimensinya sedikit lebih kecil dan ruang kabin ikut terasa lebih sempit, mobil ini masih mengusung fungsi harian yang dibutuhkan keluarga kecil di perkotaan.
Bagasi berkapasitas 425 liter menjadi salah satu nilai jualnya. Jika jok belakang dilipat rata, kapasitas itu dapat berkembang menjadi 1.225 liter untuk kebutuhan angkut barang yang lebih besar.
Interior dibuat lebih modern
Di dalam kabin, BYD menyiapkan panel instrumen 8,8 inci dan headunit floating 10,1 inci. Bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih besar, tersedia pula opsi layar 12,8 inci.
Konsol tengahnya sudah dibekali wireless charging, sejumlah tombol fisik, dan tempat botol minum. Susunan ini membuat kabin terasa lebih modern tanpa meninggalkan unsur praktis.
Mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama
Dolphin G DM-i memakai mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated yang dipadukan dengan motor listrik 120 kW atau 129 kW. Sistem PHEV ini juga menggunakan baterai 7,42 kWh dan 18,3 kWh.
Varian tertingginya diklaim mampu melaju sejauh 105 km dengan tenaga listrik murni. Dengan kombinasi tersebut, pengemudi bisa memakai tenaga listrik untuk perjalanan pendek dan tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan.
Perlengkapan Eropa ikut diperhitungkan
Untuk pasar Eropa, Dolphin G DM-i diperkirakan hadir dengan perlengkapan keselamatan dan kenyamanan yang memadai. Fitur seperti ADAS, airbag lebih dari dua buah, cruise control, dan tire pressure monitoring system disebut sudah seharusnya tersedia pada model ini.
Arah pengembangan itu menunjukkan BYD ingin menjaga kesan modern sekaligus fungsional. Dengan format PHEV, model ini mencoba menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki hatchback listrik murni, terutama bagi pengguna yang masih membutuhkan mesin bensin dalam pemakaian sehari-hari.
Posisi penting dalam strategi BYD
Dolphin sudah lama menjadi salah satu andalan BYD di pasar global, bersama Seal dan Atto 3. Di Indonesia, Dolphin masih dijual berdampingan dengan Atto 1, meski Atto 1 sempat lebih laris sebelum penjualannya turun akibat transisi ke produksi lokal dan pengurangan impor.
Kehadiran Dolphin G DM-i memperlihatkan bahwa BYD masih agresif memperluas pilihan modelnya. Kehadiran versi PHEV ini juga membuka ruang baru di lini hatchback mereka, selama harganya tetap bisa diterima di tengah ketatnya persaingan pasar Eropa.
Source: ridertua.com






