BYD Motor Indonesia membawa M6 DM sebagai model PHEV pertama yang resmi masuk ke Indonesia, dan pilihan itu langsung diarahkan ke kebutuhan mobil keluarga. MPV tujuh penumpang ini ditawarkan sebagai jawaban di tengah pasar yang masih kuat membutuhkan efisiensi, kepraktisan, dan penggerak bensin yang belum sepenuhnya ditinggalkan.
Langkah tersebut menandai upaya BYD memperluas elektrifikasi di Indonesia tanpa memaksa konsumen beralih penuh ke mobil listrik murni. Dengan pendekatan Plug-In Hybrid Electric Vehicle, BYD mencoba menghadirkan jalan tengah yang menggabungkan tenaga listrik dan bensin untuk kebutuhan harian.
Teknologi DM 5.0 jadi andalan
Pada M6 DM, BYD membawa teknologi Dual-Mode atau DM 5.0, yaitu sistem PHEV generasi kelima yang dikembangkan secara mandiri. Sistem ini mengandalkan perpaduan mesin bensin racikan sendiri dan baterai listrik untuk menekan emisi serta meningkatkan efisiensi, terutama saat dipakai di lingkungan perkotaan.
President Director BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan mobilitas. Ia juga menegaskan bahwa BYD terus mengembangkan sistem inti agar bisa menghadirkan kendaraan yang lebih baik.
Karakter G.A.S.S yang ingin ditonjolkan
BYD merangkum karakter DM lewat filosofi G.A.S.S, yang berarti Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Empat kata ini dipakai untuk menjelaskan kelebihan utama M6 DM dalam penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Gesit merujuk pada akselerasi yang responsif. Andal menggambarkan kerja sama manajemen baterai, motor listrik, dan mesin bensin yang dirancang saling mendukung. Senyap menekankan karakter penggerak yang minim bunyi, sedangkan Super Irit menonjolkan efisiensi bahan bakar.
Mesin, motor listrik, dan baterai dirancang sendiri
Di balik sistem tersebut, BYD memasang mesin 1.5L NA Atkinson-cycle dengan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm. Mesin ini dipadukan dengan motor listrik yang dapat berputar hingga 15.000 rpm.
Kombinasi itu diperkuat oleh blade battery yang juga dikembangkan sendiri oleh BYD. Teknologi baterai ini diklaim mampu meningkatkan discharge rate hingga 33 persen dan energy density sampai 15,9 persen.
Didesain untuk rasa berkendara yang halus
BYD menyebut powertrain DM menghasilkan pengalaman berkendara yang kedap suara hingga 90 persen. Karakter ini dinilai cocok untuk penggunaan harian yang menuntut kenyamanan, terutama pada mobil keluarga.
Pabrikan juga mengklaim sistem tersebut memberi respons anti-lag saat digunakan. BYD menambahkan bahwa konfigurasi ini kuat saat menghadapi tanjakan dan jalanan curam yang kerap ditemui di Indonesia.
Efisiensi menjadi daya tarik utama
Selain kenyamanan, efisiensi menjadi nilai yang paling ditekankan pada M6 DM. BYD mengklaim teknologi DM mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter.
Pabrikan juga menyebut biaya perawatan kendaraan ini lebih terjangkau dibandingkan mobil berbahan bakar ICE murni. Dengan kombinasi efisiensi, kenyamanan, dan performa, M6 DM diposisikan sebagai model yang relevan untuk pasar Indonesia yang masih sangat memperhatikan kebutuhan mobil keluarga.
Source: www.bincangbincangmobil.com