BYD M6 DM Langsung Kuasai PHEV, Chery dan Wuling Ketat Mengejar

Pasar plug in hybrid electric vehicles atau PHEV di Indonesia mencatat lonjakan tajam pada semester pertama 2026. Total penjualannya mencapai 5.003 unit, naik 187,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kejutan terbesar datang dari BYD M6 DM yang langsung merebut posisi teratas hanya lewat satu model. Mobil itu membukukan 1.825 unit, dan seluruh penjualannya terjadi pada Juni 2026.

Papan atas dikuasai model-model Tiongkok

Persaingan di barisan depan juga sangat rapat. Chery Tiggo 8 CSH mencatat 1.441 unit, disusul Chery Tiggo 9 CSH dengan 373 unit.

Jika digabung, penjualan Chery mencapai 1.814 unit, hanya terpaut tipis dari BYD M6 DM. Kondisi ini membuat perebutan tahta PHEV di Indonesia masih sangat terbuka hingga akhir tahun.

PeringkatModelUnitKeterangan
1BYD M6 DM1.825Seluruh penjualan terjadi pada Juni 2026
2Chery Tiggo 8 CSH1.441Kontributor terbesar Chery
3Chery Tiggo 9 CSH373Masuk tiga besar
4Wuling Eksion PHEV313Bagian dari total Wuling
5Wuling Darion PHEV290Bagian dari total Wuling
6Geely Starray EM-i255Merek Tiongkok
7Jaecoo J8172Merek Tiongkok
8Jaecoo J7152Merek Tiongkok
9Jetour T1 i-DM97Merek Tiongkok
10Mazda CX-80 PHEV50Bukan asal Tiongkok
11Lexus RX 450h+25Bukan asal Tiongkok
12Volvo XC906Bukan asal Tiongkok
13Volvo XC602Bukan asal Tiongkok

Wuling ikut menekan persaingan lewat dua model andalannya, yaitu Darion PHEV dan Eksion PHEV. Keduanya membukukan total 603 unit dan menempatkan Wuling di posisi ketiga pasar.

Di bawah tiga besar, Geely Starray EM-i mencatat 255 unit, lalu Jaecoo J8 dengan 172 unit, Jaecoo J7 sebanyak 152 unit, dan Jetour T1 i-DM 97 unit. Deretan ini memperlihatkan bahwa pabrikan asal Tiongkok mendominasi hampir seluruh papan tengah dan atas.

Merek non-Tiongkok tertinggal jauh

Data wholesales Gaikindo yang dikutip oto.detik.com menunjukkan hanya tiga merek yang bukan berasal dari Tiongkok, yaitu Lexus, Volvo, dan Mazda. Namun ketiganya justru berada di dasar klasemen dengan kontribusi yang sangat kecil.

Mazda CX-80 PHEV menutup peringkat 10 dengan 50 unit, diikuti Lexus RX 450h+ sebanyak 25 unit. Volvo XC90 hanya mencatat enam unit, sementara Volvo XC60 dua unit.

Secara gabungan, Mazda, Lexus, dan dua model Volvo itu hanya menyumbang 83 unit, atau kurang dari 2 persen pasar. Jarak ini menegaskan betapa lebar kesenjangan antara merek non-Tiongkok dan para pemain Tiongkok di segmen PHEV Indonesia.

Dengan komposisi seperti ini, pasar PHEV Indonesia pada paruh awal 2026 terlihat bergerak cepat tetapi juga sangat terkonsentrasi pada sejumlah model tertentu. Pertanyaan berikutnya tinggal apakah BYD mampu mempertahankan lonjakan Juni atau Chery kembali mengambil ritme penjualan pada semester kedua.

Berita Terkait