BYD M6 DM Mulai Mengusik, Wuling Tetap Yakin Darion Punya Ruang Sendiri

Wuling menilai kehadiran BYD M6 DM di Indonesia belum otomatis menjadi ancaman langsung bagi Darion PHEV. Meski begitu, perusahaan melihat model baru itu sebagai tanda bahwa persaingan di segmen MPV ramah lingkungan akan semakin padat.

Pembeda utama keduanya ada pada kelas pasar. BYD M6 DM hadir sebagai MPV PHEV yang lebih kecil dan berada di kelas low MPV, sehingga dinilai berpeluang dipasarkan dengan harga lebih murah dibanding Darion yang bodinya lebih besar.

Ruang pasar yang belum sama

Dari sudut pandang Wuling, perbedaan ukuran dan posisi produk membuat Darion dan M6 DM belum tentu saling berebut pembeli. Kebutuhan konsumen yang dituju juga dinilai bisa berbeda, sehingga masing-masing model masih memiliki ruang tersendiri.

Namun, Wuling tidak menutup kemungkinan adanya tekanan jika BYD M6 DM mendapat sambutan kuat begitu penjualan dimulai. Dalam situasi seperti itu, pemain yang lebih dulu masuk pasar bisa ikut terdorong untuk menyesuaikan strategi, terutama bila BYD menawarkan harga dan paket produk yang lebih agresif.

Darion mendapat keuntungan dari produksi lokal

Keunggulan Wuling saat ini terletak pada kesiapan produksi lokal. Darion dan Eksion sudah dirakit di dalam negeri, sehingga Wuling tidak perlu mengandalkan unit impor untuk memenuhi pasar Indonesia.

Status perakitan lokal itu juga membuka peluang harga yang lebih terjangkau. Selain itu, model yang diproduksi di dalam negeri berpotensi mendapat insentif khusus, meski manfaatnya tetap bergantung pada aturan yang berlaku dan jenis insentif yang diberikan.

Di sisi lain, BYD masih mengimpor mobilnya dari negara asal. Perakitan lokal memang disebut sudah dipersiapkan sejak awal tahun ini, tetapi pelaksanaannya belum berjalan.

Target BYD untuk memulai produksi lokal pada kuartal pertama 2026 masih menyisakan jarak waktu yang cukup panjang. Artinya, mereka masih harus menuntaskan sejumlah persiapan dan hambatan sebelum masuk ke tahap produksi penuh.

Eksion menghadapi lawan lebih banyak

Selain membicarakan Darion, Wuling juga menyoroti posisi Eksion yang harus berhadapan dengan lebih banyak kompetitor di pasar PHEV dan BEV. Di kelompok itu, merek senegara seperti Chery dan Jaecoo juga disebut makin populer.

Untuk pasar PHEV, Tiggo 8 CSH disebut masih memimpin. Sementara di pasar BEV, J5 EV masih berada di posisi teratas dan belum terkalahkan oleh rivalnya.

Berbeda dengan Eksion, pasar MPV PHEV untuk Darion masih tergolong sepi. Kondisi ini memberi peluang bagi Wuling untuk lebih dulu merebut posisi kuat sebelum semakin banyak pemain masuk.

MPV masih relevan di Indonesia

Wuling menilai pasar MPV dan SUV di Indonesia sama-sama ramai, tetapi banyak merek masih cenderung memilih SUV. Padahal, MPV dinilai tetap sangat relevan karena sesuai dengan kebutuhan mobil keluarga di Indonesia.

MPV memiliki daya tarik karena mampu mengangkut penumpang dan barang dengan lebih praktis. Itulah sebabnya jenis mobil ini masih menjadi favorit banyak konsumen di Tanah Air.

Di pasar mobil ramah lingkungan, model yang dijual masih didominasi produk premium. Pilihan di kelas yang lebih terjangkau masih terbatas, sementara merek Jepang belum banyak mengisi segmen PHEV dan BEV.

Akibatnya, merek asal China lebih dulu mengisi ruang yang tersedia. Dengan lini produk yang terus bertambah, kehadiran BYD M6 DM ikut menambah tekanan di pasar elektrifikasi yang kini semakin ramai diperhitungkan.

Source: ridertua.com

Berita Terkait