Jatim Sapu Dua Penghargaan AI, Dari Tata Kelola Digital hingga Pelatihan Ribuan Peserta

Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih dua penghargaan pada GARUDA AI Impact Summit 2026 sebagai pengakuan atas pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam tata kelola pemerintahan. Capaian ini menegaskan bahwa Jatim bukan hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pendukungnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan seluruh proses pemerintahan di daerahnya harus bergerak dengan teknologi digital. Ia juga menilai era disrupsi menuntut pemerintah lebih jeli memanfaatkan AI untuk memperkuat layanan publik.

Dua penghargaan untuk kebijakan dan ekosistem

Dalam ajang yang digelar BINAR bersama Microsoft itu, Pemprov Jatim meraih Best Policymaker Instansi Award pada kategori The Innov(AI)tor. Pada kategori The Catal(AI)st, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur memperoleh Ecosystem Builders Instansi Award.

Khofifah menyebut komitmen Pemprov Jatim tidak berhenti pada adopsi teknologi semata. Menurut dia, transformasi AI harus memastikan manusia, organisasi, dan ekosistemnya siap memakai teknologi itu untuk menyelesaikan masalah nyata.

Pelatihan diperluas ke masyarakat dan aparatur

Pemprov Jatim mengarahkan penerapan AI untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan publik. Pemerintah provinsi itu juga menegaskan komitmen menghadirkan layanan melalui sistem yang transparan dan dikolaborasikan dengan AI.

Salah satu implementasinya hadir lewat program CERDAS DIGITAL yang diselenggarakan bersama BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital, AI Center Universitas Brawijaya, BINAR-Microsoft, Google, dan Amazon Web Services atau AWS. Program ini mencakup bimbingan teknis keterampilan digital, keamanan siber, pemanfaatan AI, pengelolaan media digital, literasi keuangan digital, serta pemanfaatan data bagi masyarakat dan aparatur.

Pemprov Jatim juga menggelar pelatihan teknik prompt engineering untuk pemanfaatan Generative AI dalam analisis data. Sebanyak 2.574 peserta non-TI mengikuti pelatihan itu, terdiri atas masyarakat dan aparatur yang tidak menangani bidang teknologi informasi.

Selain itu, Pemprov Jatim menerapkan Agentic AI untuk sistem otomasi berbasis Large Language Model atau LLM. Program ini diikuti 433 peserta dari kalangan staf TI, analis sistem, dan tenaga fungsional administratif tingkat lanjut.

Fokus pada talenta digital dan solusi berbasis data

Di bidang pengembangan talenta digital, Pemprov Jatim menjalin kerja sama dengan Kementerian Komdigi melalui program Digital Expertise, Government Transformation Academy, dan AI Talent Factory. Program itu melibatkan Universitas Brawijaya serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS.

Dari kerja sama tersebut, lahir pengembangan solusi AI untuk pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN. Solusi itu juga diarahkan untuk deteksi dan klasifikasi disinformasi, fitnah atau pencemaran nama baik, kebencian, pelindungan anak digital, serta pemanfaatan data Sekolah Rakyat.

Pemprov Jatim juga memanfaatkan AI dalam pelatihan bagi Sekolah Rakyat. Pelatihan itu mencakup AI untuk guru teknologi informasi, guru nonteknologi informasi, dan Coding for Kids.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan AI harus dapat diakses, dipahami, dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai manfaat AI tidak boleh berhenti pada kelompok yang memiliki akses dan kemampuan teknologi.

Nezar juga menyebut keberhasilan transformasi AI nasional tidak hanya bergantung pada kecepatan adopsi teknologi. Faktor lain yang sama pentingnya adalah pemerataan literasi dan kesiapan talenta digital di berbagai lapisan masyarakat.

Source: jatim.antaranews.com

Berita Terkait