BYD M6 DM Tetap Aman Pakai RON 92 Meski Kompresinya Setinggi 16:1

Author: Redaksi Android62

Meski rasio kompresi mesinnya mencapai 16:1, BYD M6 DM tetap direkomendasikan menggunakan bensin RON 92. Artinya, pengguna masih bisa mengisi bahan bakar setara Pertamax, Vivo Revvo 92, atau BP 92 tanpa harus mencari oktan yang lebih tinggi.

Keterangan ini penting karena angka kompresi yang tinggi sering memunculkan dugaan bahwa mobil membutuhkan bensin khusus. Pada BYD M6 DM, anggapan itu tidak berlaku karena pabrikan memang menetapkan RON 92 sebagai bahan bakar yang aman untuk penggunaan normal.

Head of Product PT BYD Motor Indonesia Bobby Bharata menjelaskan bahwa BYD M6 DM sudah bisa menggunakan RON 92. Ia juga menyebut bahwa di kendaraan tersebut sudah tertera penggunaan default RON 92, sehingga pemilik tidak perlu ragu mengikuti rekomendasi resmi yang diberikan.

Mesin bensin hanya bekerja sebagai pendukung

Karakter itu tidak lepas dari teknologi DM atau Dual Mode yang dipakai BYD M6 DM. Sistem ini menggabungkan penggerak listrik dan hybrid dalam satu paket, dengan motor listrik sebagai penggerak utama.

Dalam konfigurasi seperti ini, mesin bensin tidak bertugas sebagai sumber tenaga utama untuk roda. Mesin justru berperan membantu menghasilkan energi listrik dan menjaga efisiensi saat dibutuhkan.

BYD pertama kali memperkenalkan teknologi DM pada 2008 melalui BYD F3 DM. Konsepnya memang dirancang untuk mendukung kebutuhan harian berbasis listrik, namun tetap memberi fleksibilitas lewat mesin pembakaran dalam.

Karena itu, BYD M6 DM memiliki karakter yang berbeda dari mobil bensin konvensional. Untuk perjalanan jarak pendek, terutama di area perkotaan, mode EV dapat digunakan secara penuh.

Spesifikasi yang mendukung efisiensi

Di atas kertas, BYD M6 DM dibekali mesin 1.5 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga puncak 72 kW atau 96,5 dk dan torsi 125 Nm.

Sistem penggeraknya juga didukung motor EHS 5.0 dengan putaran hingga 15.000 rpm. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi memegang peran besar dalam pengalaman berkendara mobil ini.

BYD mengklaim konsumsi bahan bakarnya dapat mencapai rata-rata 65 km per liter. Klaim itu memperlihatkan bahwa fokus utama mobil ini bukan hanya pada mesin bensin, melainkan pada efisiensi sistem secara keseluruhan.

Dalam skema kerja seperti ini, motor listrik mengambil porsi dominan saat kondisi memungkinkan. Sementara itu, mesin pembakaran dalam membantu menjaga suplai energi dan mendukung operasi yang lebih hemat.

Implikasi bagi calon pemilik

Bagi konsumen, poin paling praktis dari BYD M6 DM ada pada soal bahan bakar yang digunakan. Meski rasio kompresinya tinggi, kebutuhan resminya tetap RON 92 dan tersedia luas di jaringan SPBU.

Kepastian ini membuat penggunaan harian lebih sederhana karena pemilik tidak perlu menebak-nebak jenis bensin yang aman. Selama mengikuti spesifikasi pabrikan, RON 92 sudah cukup untuk pemakaian normal.

Informasi tersebut juga membantu calon pembeli memperkirakan biaya operasional dengan lebih mudah. Ditambah dengan klaim efisiensi hingga 65 km per liter, BYD M6 DM menawarkan kombinasi elektrifikasi dan penggunaan bahan bakar yang tetap realistis untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan mesin 1.5 liter, motor listrik, dan sistem Dual Mode, BYD M6 DM membawa format penggerak yang tidak sama dengan hybrid konvensional. Di tengah rasio kompresi 16:1, fakta bahwa mobil ini tetap aman memakai RON 92 menjadi salah satu informasi paling relevan bagi calon pengguna.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru