BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon, Alibaba dan Baidu Ikut Terseret

Author: Redaksi Android62

Pentagon memasukkan BYD ke dalam daftar hitam perdagangan yang terkait militer, langkah yang langsung menempatkan produsen kendaraan listrik terbesar China itu sejajar dengan deretan perusahaan teknologi dan industri strategis lain. Daftar tersebut memicu sorotan baru terhadap hubungan bisnis China dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Dalam pembaruan daftar bertajuk “Entitas yang Diidentifikasi sebagai Perusahaan Militer China yang Beroperasi di Amerika Serikat”, nama BYD muncul bersama Alibaba, Baidu, EVE Energy, Hesai, dan Robosense. Sejumlah perusahaan lain seperti WuXi AppTec, TP-Link, dan startup robotika Unitree juga ikut tercantum dalam daftar yang sama.

Dasar penilaian Pentagon

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyebut BYD memiliki keterikatan langsung maupun tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara China atau SASAC. Pentagon juga menilai BYD memiliki hubungan tidak langsung dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China atau MIIT.

Dalam dokumen resminya, Departemen Pertahanan AS menyebut BYD sebagai kontributor fusi militer-sipil. Perusahaan itu dinilai berkontribusi terhadap basis industri pertahanan China karena berafiliasi dengan MIIT dan berada di atau terkait dengan zona perusahaan fusi militer-sipil.

Sikap BYD menolak tuduhan

BYD membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka bukan bagian dari entitas militer China. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu juga menyatakan tidak menjadi penyokong fusi militer-sipil.

Dalam dokumen yang diajukan ke Bursa Efek Hong Kong, BYD menyebut tidak ada dasar untuk memasukkan perusahaan ke dalam daftar CMC. Manajemen BYD juga menilai kebijakan itu tidak akan memberi dampak besar terhadap operasional perusahaan.

Pernyataan tersebut menunjukkan upaya perusahaan meredam kekhawatiran pasar di tengah tekanan geopolitik yang meningkat. Namun, label militer yang disematkan Pentagon tetap berpotensi menekan reputasi BYD di luar negeri.

Dampak yang lebih luas bagi perusahaan China

Masuknya BYD ke daftar hitam memperlihatkan bagaimana Washington semakin agresif mengaitkan rantai bisnis China dengan kepentingan pertahanan. Daftar itu mencakup perusahaan dari sektor yang beragam, mulai dari kendaraan listrik, baterai, internet, hingga robotika.

Kehadiran Alibaba dan Baidu di dalam daftar juga menegaskan bahwa perhatian Amerika Serikat tidak lagi terbatas pada industri pertahanan tradisional. Pemerintah AS tampak memperluas definisi risiko dengan memasukkan perusahaan teknologi dan infrastruktur yang dianggap memiliki hubungan strategis dengan negara China.

Bagi BYD, penetapan ini datang saat perusahaan masih dikenal sebagai salah satu nama penting di industri otomotif listrik global. Selama AS tetap mengaitkan perusahaan-perusahaan besar China dengan fusi militer-sipil, tekanan terhadap ekspansi global mereka tampaknya belum akan mereda.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru