BYD Pecah Struktur Riset Jadi 5 Pusat, Rival Bisa Kian Tertekan

BYD dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar dalam organisasi riset dan pengembangan produknya. Perusahaan asal Tiongkok itu disebut akan membagi Institut Penelitian Teknik Otomotif pusat menjadi lima pusat penelitian yang masing-masing dikaitkan dengan merek berbeda.

Langkah tersebut berpotensi mengubah cara BYD mengambil keputusan teknis di tingkat produk. Jika rencana ini berjalan, pengembangan kendaraan akan lebih dekat ke masing-masing merek, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada satu unit pusat.

Teknologi inti tetap dipegang pusat

Mengutip Carnewschina yang merujuk laporan Sina, unit teknik inti BYD nantinya tidak lagi memegang seluruh kendali pengembangan. Pusat itu akan berfungsi sebagai repositori middleware teknologi, sementara beberapa teknologi inti tetap berada di bawah kendalinya.

Teknologi yang tetap ditangani pusat mencakup kimia baterai blade, platform listrik khusus, dan dasar arsitektur elektronik. Dengan skema itu, BYD tampak ingin memisahkan teknologi fundamental yang dipakai lintas merek dari pengembangan produk yang lebih spesifik.

Setiap merek akan punya ruang lebih besar

Pusat penelitian baru disebut akan memperoleh wewenang lebih besar dalam definisi produk dan perencanaan kendaraan. Pengaturan ini dikaitkan dengan lini merek yang sudah ada, yakni Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang.

Struktur baru tersebut juga membuat keputusan rekayasa front-end bergerak lebih dekat ke konsumen. Artinya, tiap merek dapat menyesuaikan pengembangan kendaraan sesuai karakter pasar dan posisi produknya masing-masing.

BYD juga disebut akan menerapkan mekanisme akuntansi laba rugi independen untuk tiap portofolio. Dynasty, Ocean, Denza, dan Fang Cheng Bao akan diminta beroperasi di bawah arahan pembiayaan mandiri.

Namun, merek mewah Yangwang sementara dikecualikan dari target profitabilitas jangka pendek itu. Skema ini menunjukkan bahwa tekanan bisnis antar-submerek akan dibedakan sesuai peran dan posisi pasar masing-masing.

Biaya internal dibuat lebih transparan

Dalam model baru tersebut, tiap merek juga akan dikenai penagihan biaya berdasarkan harga pasar saat mengakses aset perusahaan bersama. Kebijakan ini dirancang untuk membuat penggunaan sumber daya internal lebih transparan dan terukur.

Restrukturisasi ini disebut bertujuan mengoptimalkan efisiensi biaya. Pada saat yang sama, struktur yang lebih terdesentralisasi juga bisa membuat koordinasi internal menjadi lebih kompleks.

Untuk mengurangi tumpang tindih produk

Salah satu alasan utama perubahan ini adalah untuk mengatasi tumpang tindih produk di berbagai rentang harga. Struktur platform yang sebelumnya terlalu terpusat disebut memicu kanibalisasi konsumen antara lini Ocean dan Dynasty yang memiliki harga serupa.

Dengan pembagian pusat riset per merek, BYD tampak ingin memberi ruang lebih besar bagi diferensiasi produk. Strategi ini sekaligus menunjukkan upaya perusahaan menjaga setiap submerek tetap punya posisi yang lebih jelas di pasar.

Source: voi.id

Berita Terkait