Distribusi BYD Atto 1 pada Mei hanya mencapai 26 unit, setelah sebelumnya sempat bergerak sangat cepat pada awal tahun. PT BYD Motor Indonesia menargetkan angka pengiriman kembali normal pada Juni di tengah masa transisi produksi lokal.
Pola tersebut menjadi sorotan karena Atto 1 termasuk salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia. Data distribusi ke dealer menunjukkan lonjakan 3.361 unit pada Januari dan 3.700 unit pada Februari, sebelum turun ke 672 unit pada Maret, 108 unit pada April, lalu tersisa 26 unit pada Mei.
Transisi dari impor ke produksi lokal
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut penyesuaian pasokan itu terjadi seiring peralihan dari impor utuh asal China atau CBU ke produksi lokal untuk pasar Indonesia. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai gangguan sementara yang diharapkan segera pulih pada bulan ini.
Menurut Luther, perubahan sistem pasokan memang memicu “shock” dalam angka distribusi. Karena itu, perusahaan menempatkan Juni sebagai periode untuk mengembalikan ritme pengiriman ke dealer agar kembali stabil.
Model lain juga ikut melemah
Penurunan tidak hanya dialami Atto 1. BYD M6, model MPV listrik andalan merek asal China itu, juga turun dari 2.472 unit pada April menjadi 197 unit pada Mei.
Meski distribusi melandai, BYD tetap mempertahankan posisi besar di pasar mobil listrik nasional. Sepanjang Januari-Mei 2026, BYD membukukan penjualan 17.993 unit di segmen mobil listrik dari total 57.087 unit yang terjual di Indonesia.
Dengan capaian tersebut, BYD menguasai sekitar 31-32 dari setiap 100 mobil listrik baru yang terjual di Indonesia. Pangsa pasar mobil listrik sepanjang Januari-Mei 2026 sendiri tercatat 15,9 persen dari total penjualan otomotif nasional yang mencapai 359.015 unit.
Perakitan lokal sudah berjalan
BYD disebut sudah melakukan perakitan lokal, tetapi peresmian resminya belum dilakukan. Unit produksi lokal saat ini masih digunakan untuk kebutuhan dealer dan test drive.
Di tengah fase penyesuaian itu, BYD Atto 1 masih bertahan di lima besar wholesales Januari-Mei 2026 dengan 7.867 unit. BYD M6 juga masuk daftar yang sama dengan 5.017 unit, sementara posisi teratas ditempati Jaecoo J5 dengan 13.949 unit.
Situasi ini menunjukkan persaingan di pasar mobil listrik kian ketat, meski BYD masih memegang porsi besar. Pemulihan distribusi pada Juni akan menjadi penanda penting untuk melihat seberapa cepat transisi produksi lokal bisa menstabilkan pasokan ke jaringan dealer.







