BYD Tembus Tiga Besar Saat Pasar Mobil April Menguat Lagi Usai Lebaran

Toyota tetap memimpin pasar mobil Indonesia pada April, tetapi sorotan terbesar datang dari BYD yang berhasil masuk tiga besar penjualan retail. Merek asal Tiongkok itu membukukan 6.274 unit dan menegaskan posisinya di tengah pasar yang mulai pulih setelah terganggu libur Lebaran.

Di saat yang sama, total penjualan retail kendaraan roda empat di Indonesia naik menjadi 75.730 unit. Angka itu tumbuh 13,7 persen dibanding Maret yang hanya mencatat 66.595 unit, sehingga memberi sinyal bahwa aktivitas pembelian mulai kembali bergerak normal.

Dominasi merek besar masih terjaga

Toyota masih menjadi penguasa pasar dengan penjualan retail 23.008 unit pada April 2026. Di bawahnya, Daihatsu menempati posisi kedua dengan 12.300 unit, lalu BYD mengisi urutan ketiga.

Masuknya BYD ke tiga besar ikut menarik perhatian karena merek ini masih fokus menjual mobil listrik. Pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa segmen kendaraan listrik mulai mendapat ruang lebih besar di pasar domestik.

Kehadiran merek-merek Tiongkok di jajaran 10 besar penjualan mobil terbanyak di dalam negeri menjadi salah satu tanda perubahan selera konsumen. Respons terhadap kendaraan ramah lingkungan tampak semakin positif, terutama di tengah persaingan yang masih dikuasai merek-merek besar.

Pemulihan setelah tekanan Lebaran

Kenaikan penjualan April datang setelah pasar sempat tertahan pada bulan sebelumnya. Jongkie Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo, sebelumnya menjelaskan bahwa penurunan pada Maret terjadi karena panjangnya libur Lebaran.

Kondisi itu membuat April menjadi bulan penting untuk melihat seberapa cepat pasar kembali bergerak. Data Gaikindo menunjukkan pemulihan berlangsung cukup cepat, baik pada penjualan retail maupun penyaluran dari pabrik ke diler.

Dari sisi wholesales, pengiriman kendaraan dari pabrik ke diler pada April mencapai 80.776 unit. Angka ini juga lebih tinggi dibanding April 2025, ketika wholesales tercatat 52.106 unit.

BYD mencatat laju terbaik tahun ini

Bagi BYD, April 2026 menjadi bulan yang penting karena penjualannya mencapai angka tertinggi sepanjang tahun ini. Meski ikut terdampak pelemahan pada Maret, merek tersebut justru kembali menguat saat pasar mulai membaik.

Pemulihan itu memperkuat indikasi bahwa pasar mobil listrik masih memiliki ruang tumbuh. Insentif pajak mobil listrik yang mulai diberlakukan di Jakarta juga diperkirakan ikut mendorong penjualan kembali pulih di masa mendatang.

Gambaran empat bulan pertama

Secara kumulatif, penjualan retail mobil di Indonesia selama Januari-April 2026 mencapai 287.581 unit. Pada periode yang sama, wholesales tercatat 289.787 unit.

Jika dibandingkan dengan April 2025, pasar terlihat bergerak lebih tinggi. Retail sales naik dari 58.174 unit menjadi 75.730 unit, sementara wholesales meningkat dari 52.106 unit menjadi 80.776 unit.

Data empat bulan pertama ini memperlihatkan bahwa pasar mobil nasional masih sensitif terhadap faktor musiman. Namun, ketika tekanan dari libur Lebaran mereda, penjualan kembali menguat dan merek besar tetap dominan, sementara BYD mulai mempertegas kehadirannya di pasar kendaraan listrik.

Source: otomotif.katadata.co.id

Berita Terkait