BYD sedang menyiapkan perombakan besar dalam riset dan pengembangannya. Arah utamanya jelas: kendali pembuatan produk akan bergeser dari insinyur ke merek yang lebih dekat dengan pasar.
Perubahan ini menandai pergeseran penting dari pola kerja yang selama ini sangat ditentukan oleh teknologi. Di tengah pertumbuhan yang mulai melambat, BYD tampak ingin membuat pengembangan produk lebih cepat menyesuaikan selera konsumen dan dinamika pasar.
Institusi riset merek akan memegang peran utama
Menurut laporan Jipian Lab, BYD akan memecah engineering academy-nya menjadi lima institusi riset merek untuk Dynasty, Ocean, Fang Cheng Bao, Denza, dan Yangwang. Kelimanya akan bertanggung jawab langsung atas kinerja pasar merek masing-masing.
Setelah penyesuaian itu, lima institusi tersebut disebut bisa naik ke level yang sama dengan engineering academy. Academy tetap mempertahankan fungsi pengembangan platform teknologi, sementara sebagian besar stafnya dialihkan ke institusi merek.
Dengan struktur baru ini, engineering academy akan lebih fokus pada platform teknologi dasar dan teknologi bersama. Perannya berubah menjadi semacam middle platform teknologi yang lebih murni, sedangkan institusi riset merek mengambil alih definisi produk dan perencanaan model.
Bukan perubahan pertama, tetapi skalanya lebih tegas
BYD sebenarnya sudah lebih dulu membentuk institusi riset terpisah untuk mereknya pada 2023. Saat itu, perusahaan membentuk tiga institusi untuk Denza, Yangwang, dan merek baru, lalu Dynasty dan Ocean menyusul mendapatkan unit riset independen sendiri.
Namun pada fase sebelumnya, kelima institusi itu masih berada di bawah engineering academy. Fungsinya juga terbatas pada perencanaan produk dan manajemen proyek, sementara pengembangan teknologi tetap ditangani lebih dari 10 pusat teknologi di bawah academy.
Pada Mei 2025, struktur tersebut bahkan disebut sudah menyusut menjadi unit yang sangat ramping. Selain para kepala unit, sebagian besar staf telah dipindahkan ke unit lain di bawah engineering academy atau ke departemen riset dan pengembangan lain.
Respons atas perlambatan pertumbuhan
Langkah baru ini muncul saat BYD menghadapi tanda-tanda perlambatan. Penjualan perusahaan naik dari 427.000 unit pada 2020 menjadi 4,27 juta unit pada 2024, tetapi laju ekspansinya kemudian melambat.
Sepanjang 2025, pertumbuhan penjualan setahun penuh hanya 7,7%. Dalam lima bulan pertama 2026, penjualan kumulatif BYD mencapai 1,405 juta unit, turun 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di industri otomotif China, skala BYD disebut belum pernah terjadi untuk merek domestik. Justru karena ukuran bisnisnya sangat besar, perusahaan terus bereksperimen untuk menemukan struktur organisasi yang lebih efektif.
Model baru dan tekanan teknologi berjalan bersamaan
Di sisi produk, BYD juga mulai mendorong model-model baru ke pasar. Dorongan ke segmen premium ikut menjadi bagian dari strategi tersebut, termasuk lewat Da Tang, SUV flagship kelas D pertama di lini Dynasty.
Da Tang resmi mulai dijual kemarin, dengan pre-order menembus 150.000 unit sejak pra-penjualan dimulai pada 24 April. Di saat yang sama, BYD juga meluncurkan banyak model baru dalam beberapa bulan terakhir.
Perusahaan masih menjalani transisi teknologi yang tidak ringan. BYD sedang beralih dari Blade Battery generasi pertama ke produk generasi kedua yang memiliki kemampuan flash charging.
Peralihan itu memperpanjang siklus pengiriman untuk sejumlah model kunci. Ketua BYD Wang Chuanfu sebelumnya juga sudah memperingatkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan berat akibat kekurangan kapasitas baterai.
Saat perombakan jalur produksi perlahan selesai, hambatan kapasitas diperkirakan mulai berkurang. Pada saat yang sama, permintaan juga menunjukkan sinyal pemulihan awal.
Pada Mei, wholesales kendaraan energi baru BYD mencapai 383.453 unit, naik tipis 0,26% secara tahunan. Kenaikan itu sekaligus mengakhiri delapan bulan berturut-turut penurunan penjualan.
Di pasar luar negeri, BYD bahkan mencatat rekor baru dengan 160.644 unit, melonjak 80,40% dibanding tahun sebelumnya. Angka itu menunjukkan bahwa perusahaan masih punya ruang untuk tumbuh meski tekanan di pasar domestik belum sepenuhnya hilang.
Sejalan dengan langkah pesaing besar
Perubahan di BYD juga mencerminkan arah baru industri kendaraan listrik pintar. Hampir semua produsen tradisional terdorong menata ulang struktur organisasi mereka agar lebih cepat merespons pasar.
Geely Auto, misalnya, menjalankan strategi “One Geely” dengan mengintegrasikan sumber daya riset dan pengembangan. Geely membentuk Geely Central Research Institute untuk teknologi bersama seperti arsitektur dasar dan teknologi inti.
Di saat yang sama, Geely juga membentuk institusi riset kendaraan untuk Lynk & Co, Zeekr, dan Galaxy. Polanya dinilai sangat mirip dengan penyesuaian yang kini dilakukan BYD.
Kesamaannya ada pada pergeseran kekuasaan dalam menentukan produk dari sistem engineering ke sistem merek. Dalam logika baru ini, pihak yang paling dekat dengan umpan balik pasar dinilai punya peluang lebih besar memimpin bentuk produk generasi berikutnya.
