BYON Combat Showbiz 7 Pindah ke Kuala Lumpur, Duel Indonesia-Malaysia Siap Memanas di WTC

Author: Redaksi Android62

BYON Combat Showbiz 7 langsung menarik perhatian karena membawa duel Indonesia-Malaysia ke World Trade Centre Kuala Lumpur. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, dan menjadi langkah pertama BYON menggelar Combat Showbiz di luar Indonesia.

Kehadiran laga lintas negara itu membuat kartu pertandingan terasa lebih panas, karena sejumlah petarung dari Indonesia dan Malaysia akan saling berhadapan dalam duel yang memperebutkan gelar bergengsi. Salah satu yang ikut diperebutkan adalah Sabuk Internasional ICB, bersama Gelar Asia Byon Kickstriking yang menambah bobot kompetisi.

Sorotan terbesar tertuju pada pertemuan ulang Fahri Alamsyah dan Kabilan Jelevan. Rivalitas yang sudah terbangun di antara keduanya membuat laga utama ini diperkirakan berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal.

Pertarungan lain yang tidak kalah menyita perhatian mempertemukan juara IFMA asal Malaysia, Ammarul Shafiq, dengan petarung Indonesia Haris Sofyan. Duel ini dianggap menarik karena keduanya sama-sama memiliki karakter serangan yang berpotensi menghasilkan kemenangan lewat KO.

Di sektor putri, Winona Karamoy akan menghadapi Emmabel Cassandra dalam laga yang juga menjadi bagian penting dari rangkaian pertandingan. Winona datang sebagai petinju Indonesia yang belum terkalahkan, sementara Emmabel membawa pengalaman Muay Thai yang lebih matang dari Malaysia.

Perebutan Sabuk Internasional ICB juga menambah nilai sportivitas dalam acara ini. Juara bertahan Nidal Mahmoud akan mendapat tantangan dari Adam Maulana, sehingga pertandingan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pertaruhan prestasi yang jelas.

BYON tidak menjalankan proyek ini sendirian karena Vidio ikut memperluas jangkauan distribusi melalui skema Pay-Per-View atau PPV. Dengan pola ini, penonton dari berbagai negara bisa mengikuti pertarungan secara eksklusif.

Dukungan distribusi digital tersebut sejalan dengan target penyelenggara untuk membangun panggung regional yang lebih luas. Format olahraga dan hiburan yang dibawa ke Malaysia juga dirancang agar mampu menjangkau komunitas combat sports yang berkembang di sana.

Selain itu, penyelenggara menyiapkan produksi visual berstandar internasional agar pengalaman menonton terasa lebih lengkap. Mereka juga merancang interaksi penggemar sebagai bagian dari konsep hiburan yang dihadirkan di pasar Malaysia.

Kolaborasi dengan Kharisma Music International menjadi elemen penting lain dalam gelaran ini. CEO Kharisma Music International, Ahmad Jeffny Kamal, menyebut kerja sama tersebut sebagai kehormatan untuk membawa BYON Combat Showbiz 7 ke Malaysia.

Menurut Ahmad Jeffny Kamal, acara ini tidak hanya hadir sebagai pertandingan bela diri biasa, melainkan sebagai pengalaman hiburan kelas internasional. Ia juga menilai pertumbuhan komunitas combat sports di Malaysia membuat ajang ini relevan sebagai wadah yang menghubungkan atlet regional.

Vidio sendiri memberi dorongan besar lewat peran sebagai mitra OTT resmi. SVP Content Acquisition & Partnership Vidio, Dhini W Prayogo, menyampaikan kebanggaan atas kelanjutan dukungan terhadap langkah BYON memasuki pasar internasional melalui streaming PPV.

Optimisme itu ikut ditopang oleh capaian edisi sebelumnya yang cukup besar. Data internal mencatat BYON Combat Showbiz sebelumnya meraih lebih dari 536.000 pembelian PPV di Vidio serta ratusan juta penayangan digital.

Untuk menjangkau penonton dengan lebih luas, harga PPV dibuat berbeda sesuai wilayah. Tarif di Indonesia ditetapkan Rp 59.000, di Malaysia RM 17, dan di negara lain US$ 6.

Dengan duel utama Indonesia-Malaysia, perebutan sabuk bergengsi, serta dukungan distribusi digital, BYON Combat Showbiz 7 diposisikan sebagai langkah penting dalam membawa olahraga bela diri Indonesia ke level yang lebih luas. Gelaran ini sekaligus menandai upaya BYON membangun panggung regional melalui kombinasi kompetisi dan hiburan yang lebih besar.

Berita Terbaru