Cadangan Devisa RI Naik Lagi, Sinyal Pemulihan Eksternal Mulai Menguat

Author: Redaksi Android62

Cadangan devisa Indonesia kembali naik pada akhir Juni 2026 setelah lima bulan berturut-turut turun. Bank Indonesia mencatat posisinya mencapai US$ 145,6 miliar, lebih tinggi dibanding akhir Mei 2026 yang sebesar US$ 144,9 miliar.

Kenaikan ini menjadi tanda awal bahwa tekanan pada sektor eksternal mulai mereda. Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, cadangan devisa yang kembali menguat memberi ruang lebih besar bagi stabilitas ekonomi nasional.

Masih berada di level yang kuat

Bank Indonesia menilai posisi cadangan devisa tersebut tetap memadai untuk menopang kebutuhan luar negeri. Angka itu setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jika dibandingkan dengan standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar tiga bulan impor, posisi Indonesia masih berada jauh di atas ambang aman. Kondisi ini membuat cadangan devisa tetap dipandang kuat untuk menghadapi tekanan eksternal.

Indikator Nilai
Cadangan devisa akhir Juni 2026 US$ 145,6 miliar
Cadangan devisa akhir Mei 2026 US$ 144,9 miliar
Setara pembiayaan impor 5,5 bulan
Setara impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah 5,4 bulan
Standar kecukupan internasional Sekitar 3 bulan impor

Pendorong utamanya penerimaan dan stabilisasi rupiah

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa itu tetap terjaga. Menurut BI, penguatan tersebut ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, meski pemerintah tetap melakukan pembayaran utang luar negeri.

Bank Indonesia juga menyebut kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah ikut membantu menjaga posisi cadangan devisa. Langkah itu dijalankan di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global yang masih memengaruhi aliran dana internasional.

Ketahanan eksternal masih punya penopang

BI menilai cadangan devisa yang memadai punya peran penting dalam menjaga ketahanan sektor eksternal. Ketersediaan devisa membantu meredam risiko terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan saat kondisi global bergerak tidak menentu.

Lembaga itu juga melihat ketahanan eksternal Indonesia berpeluang tetap terjaga ke depan. Prospeknya didukung oleh cadangan devisa yang cukup serta aliran masuk modal asing yang diperkirakan masih berlanjut karena persepsi positif investor terhadap perekonomian nasional.

Minat investor masih menjadi faktor pendukung

BI menyebut imbal hasil investasi di Indonesia masih menarik bagi investor. Faktor ini ikut menjaga minat modal asing dan memberi ruang bagi stabilitas sektor eksternal di tengah tekanan global.

Ramdan Denny Prakoso menegaskan BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian. Upaya tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan berkelanjutan meski pasar keuangan masih diliputi ketidakpastian.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru