Pengamatan Eta Aquarids pada puncaknya diperkirakan paling menarik saat langit timur mulai terlihat jelas sebelum fajar. Pada 5 hingga 6 Mei 2026 dini hari, momen inilah yang disebut memberi peluang lebih besar untuk menangkap kilatan meteor, termasuk bola api yang kadang tampak lebih terang.
Hujan meteor ini tetap dinantikan meski cahaya Bulan cukup terang dan berpotensi mengganggu pandangan. Kondisi langit yang baik tetap menjadi faktor penentu utama, terutama jika pengamat berada di lokasi yang minim polusi cahaya.
Eta Aquarids sendiri berasal dari sisa debu Komet Halley. Saat partikel kecil itu memasuki atmosfer Bumi, gesekan membuatnya terbakar dan memunculkan cahaya cepat di langit.
Waktu pengamatan yang paling efektif adalah sebelum fajar. Pada saat itu, langit masih gelap dan arah timur sudah bisa dijadikan patokan pandang yang paling mendukung untuk melihat meteor melintas.
Fenomena ini bisa dinikmati tanpa alat khusus. Siapa pun tetap dapat mencobanya selama berada di tempat yang tepat, dengan langit cerah dan pandangan terbuka ke arah timur.
Lokasi pengamatan punya pengaruh besar terhadap hasil yang terlihat. Area yang jauh dari cahaya buatan memberi peluang lebih baik karena langit cenderung lebih gelap, sehingga kilatan meteor lebih mudah tertangkap mata.
Eta Aquarids juga menarik karena berkaitan langsung dengan jejak Komet Halley. Dalam kondisi tertentu, meteor yang muncul tidak hanya tampak singkat, tetapi juga bisa berubah menjadi bola api yang lebih mencolok di langit.
Karena kemunculannya singkat dan acak, fokus pengamat sebaiknya tidak berpindah dari area langit timur sebelum fajar. Cuaca dan tingkat kecerahan langit di lokasi masing-masing tetap menentukan seberapa jelas hujan meteor ini bisa disaksikan pada malam puncaknya.
Source: video.kompas.com