Bunyi mendesis saat regulator LPG dipasang sering menjadi tanda bahwa sambungan belum rapat. Kondisi ini perlu segera dicek karena gas tidak hanya terbuang, tetapi juga dapat menambah risiko di dapur.
Masalah seperti ini tetap bisa muncul meski karet seal merah sudah diganti. Artinya, sumber celah tidak selalu ada pada komponen yang terlihat, melainkan juga bisa berada pada ruang dalam katup tabung atau bagian regulator yang sudah aus.
Celah kecil yang sering luput diperhatikan
Kebocoran pada tabung gas LPG dapat terjadi karena ada kelonggaran di ruang dalam katup tabung. Saat celah itu tidak tertutup rapat, gas keluar perlahan dan memunculkan suara desis.
Dalam kondisi lain, bagian dalam regulator yang aus juga bisa membuat tekanan ke seal merah tidak lagi cukup kuat. Akibatnya, sambungan tabung dan regulator gagal tertutup rapat meski komponen luar terlihat sudah terpasang.
Trik pertama dengan karet gelang tebal
Salah satu cara rumahan yang bisa dipakai adalah menambah tekanan dari bawah seal merah dengan potongan karet gelang biasa. Bahan ini membantu seal merah duduk lebih presisi di dalam lubang tabung gas.
Karet gelang yang dipilih sebaiknya tebal, kenyal, dan tidak mudah melar. Jenis yang terlalu tipis atau longgar biasanya tidak memberi tekanan balik yang cukup dan lebih cepat rusak saat menerima tekanan gas.
Langkahnya dimulai dengan melepas regulator secara perlahan dari mulut tabung. Setelah itu, seal merah diambil hati-hati agar tidak robek atau rusak.
Berikutnya, karet gelang diukur mengikuti diameter luar bagian atas lubang tabung gas lalu dipotong sesuai ukuran. Potongan tersebut dimasukkan ke dasar lubang tabung sampai posisinya rapi dan tidak terlipat.
Setelah itu, seal merah dipasang kembali tepat di atas potongan karet gelang. Susunan ini membuat seal merah terdorong lebih kencang saat regulator dikunci kembali.
Trik kedua memakai karet ban motor bekas
Jika seal merah sudah diganti tetapi bunyi desis masih muncul, masalahnya bisa berasal dari bagian dalam regulator yang aus. Pada situasi seperti ini, bantalan tambahan dari ban motor bekas dapat membantu menutup celah mikro.
Karet ban motor bekas dinilai cocok karena lebih padat, tetapi tetap lentur. Sifat itu membuatnya mampu menahan tekanan mekanis sekaligus menutup ruang kosong di sambungan regulator dan katup tabung gas.
Prosesnya dimulai dengan menyiapkan potongan ban motor bekas yang bersih. Potongan itu kemudian dibentuk menjadi lingkaran kecil sesuai diameter mulut pipa di bagian dalam regulator gas.
Bagian tengah karet dilubangi sampai menjadi cincin atau klep penahan. Klep tersebut dimasukkan ke lubang pipa regulator lalu ditekan perlahan sampai masuk penuh dan menempel erat pada mekanisme penguncian.
Setelah regulator dipasang kembali ke tabung LPG dan tuas dikunci seperti biasa, ruang kosong di sambungan seharusnya tertutup lebih rapat. Jika posisinya pas, suara mendesis maupun bau gas dapat hilang.
Pemeriksaan akhir tetap wajib dilakukan
Sesudah dua cara itu diterapkan, tabung tetap perlu diperiksa sebelum kompor dinyalakan. Tanda paling sederhana bahwa kondisi sudah aman adalah tidak terdengar desis dan tidak tercium aroma gas menyengat di area dapur.
Jika suara atau bau masih muncul, regulator sebaiknya dicek ulang karena sumber masalah bisa berbeda. Penanganan yang rapi dan penggunaan bahan yang tepat menjadi kunci agar kebocoran tidak berulang saat tabung LPG dipakai kembali.
