PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membuka kuartal I 2026 dengan dorongan kuat dari bisnis ritel mobil bekas. Caroline.id, lini usaha yang menjadi andalan perseroan, menyumbang 82,7 persen dari total pendapatan ASLC sepanjang Januari–Maret 2026.
Kontribusi besar itu menjadi penanda bahwa segmen ritel mobil bekas masih memegang peran paling penting dalam kinerja ASLC. Pada periode yang sama, pendapatan perseroan naik menjadi Rp283,6 miliar atau tumbuh 27,5 persen secara tahunan dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya.
Lonjakan Penjualan Saat Lebaran Mengangkat Kinerja
Kenaikan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan ritel Caroline.id pada periode Lebaran. Momentum musiman itu memberi dorongan langsung terhadap performa bisnis perseroan di awal tahun.
Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, menyebut peningkatan penjualan pada periode tersebut berhasil mendongkrak pendapatan perusahaan. Menurut dia, kontribusi Caroline.id pada awal tahun ini menunjukkan pentingnya segmen ritel mobil bekas bagi kinerja ASLC.
Strategi O2O Masih Digenjot
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, ASLC terus menjalankan strategi Online-to-Offline atau O2O. Skema ini menghubungkan situs web Caroline.id dengan jaringan cabang fisik, sehingga pelanggan dapat memilih kendaraan secara daring lalu memeriksa unit dan melakukan pemesanan di showroom.
Perseroan menilai strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Jumlah pelanggan yang mengakses situs web dan datang ke cabang Caroline.id sama-sama meningkat, dan kondisi itu dipandang sebagai indikator bahwa pendekatan O2O memberi dampak pada pertumbuhan bisnis.
ASLC juga melanjutkan pengembangan branding yang menekankan ekosistem otomotif omnichannel. Dalam skema ini, balai lelang JBA, dealer ritel Caroline.id, dan bisnis pegadaian otomotif MotoGadai dihubungkan dalam satu ekosistem terintegrasi.
Jaringan Fisik Jadi Penopang Ekspansi
Di sisi operasional, ASLC memanfaatkan perluasan jaringan fisik untuk menjaga jangkauan pasar. JBA saat ini memiliki 35 kantor cabang di Indonesia, sedangkan Caroline.id mengoperasikan 18 showroom dengan model bisnis online-to-offline.
Jany mengatakan pertumbuhan kumulatif perseroan dibangun melalui perluasan jaringan fisik, inovasi digital berbasis data, dan jaminan kualitas pelanggan. Ia menilai kombinasi itu penting untuk memperkuat kepercayaan pasar secara berkelanjutan dan mengoptimalkan kemampuan perseroan dalam meraih konsumen.
Sebagai bagian dari Grup PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), ASLC menjalankan bisnis jual beli kendaraan bekas melalui JBA dan Caroline.id. Dengan kontribusi yang dominan dari ritel mobil bekas, kuartal I 2026 kembali menegaskan posisi Caroline.id sebagai mesin utama pendapatan perseroan.







