Sodium Dipasang untuk Grid, CATL Siapkan Alternatif Serius bagi Lithium

CATL menempatkan sodium sebagai kandidat serius untuk penyimpanan listrik skala besar, bukan sekadar pelengkap baterai biasa. Melalui TENER Sodium Energy Storage System, perusahaan itu menyebut telah menghadirkan sistem penyimpanan energi sodium-ion pertama di dunia yang sudah divalidasi di lapangan dan siap dipakai secara komersial.

Dorongan ini hadir saat kebutuhan penyimpanan listrik makin mendesak. Pusat data AI menyedot daya besar, gelombang panas menekan jaringan listrik lokal, dan energi surya serta angin memerlukan cadangan agar pasokan tetap tersedia ketika dibutuhkan.

Dirancang untuk jaringan listrik, bukan perangkat kecil

TENER Sodium ditujukan untuk penyimpanan stasioner berskala besar. Fokusnya ada pada lokasi penyimpanan energi yang membantu menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik, bukan untuk ponsel atau kendaraan listrik.

CATL belum mengumumkan peluncuran khusus untuk pasar Amerika Serikat. Karena itu, dampaknya masih lebih dekat ke arah masa depan penyimpanan grid ketimbang instalasi yang segera hadir di utilitas lokal.

Kompatibel dengan proyek LFP yang sudah berjalan

Salah satu daya tarik utama sistem ini adalah kompatibilitasnya dengan platform penyimpanan lithium iron phosphate atau LFP yang sudah ada. CATL mengatakan jejak fisiknya sama dengan sistem LFP, sehingga pengembang berpotensi tidak perlu mengganti enclosure, merancang ulang proyek, atau mengulang proses sertifikasi.

Sistem ini menawarkan lebih dari 30 megawatt-jam kapasitas terukur. Setiap modul berbobot sekitar 42 metrik ton, atau sekitar 46 ton AS, dan hanya 34 unit yang dibutuhkan untuk membangun lokasi penyimpanan 1 gigawatt-jam.

ParameterKeterangan
Jenis sistemPenyimpanan energi sodium-ion
Kapasitas terukurLebih dari 30 megawatt-jam
Bobot per modulSekitar 42 metrik ton
Kebutuhan untuk 1 gigawatt-jam34 unit
Durasi penyimpanan1, 2, 4, 6, dan 8 jam

Desain modularnya memberi ruang lebih luas bagi pengembang untuk menyesuaikan proyek dengan kebutuhan daya setempat. Fleksibilitas ini penting karena lokasi penyimpanan grid tidak selalu membutuhkan durasi yang sama.

Keamanan, suhu ekstrem, dan efisiensi operasional

CATL menyebut TENER Sodium dibuat untuk performa yang lebih baik di suhu ekstrem, keamanan yang ditingkatkan, dan biaya operasional yang lebih rendah. Perusahaan juga mengatakan sistem manajemen baterainya memberi margin keamanan tambahan 20 persen dibandingkan baterai lithium-ion.

Sistem ini memakai desain aliran udara top-discharge yang menurut CATL menurunkan pembangkitan panas hampir 30 persen dibandingkan sistem konvensional. Konsumsi daya bantu juga turun dari rata-rata industri 2 persen menjadi 1 persen.

Pada saat yang sama, CATL menyebut sistem ini bekerja pada tingkat kebisingan 65 desibel, atau 10 desibel lebih rendah dari sistem konvensional. Hal itu dapat membantu saat proyek penyimpanan dibangun lebih dekat ke area yang membutuhkan pasokan listrik.

Natrium lebih melimpah daripada litium

Alasan sodium menarik adalah ketersediaannya yang jauh lebih luas. CATL mengatakan sodium lebih dari 1.000 kali lebih umum daripada lithium dan tersebar luas di seluruh dunia.

Dengan karakter itu, sodium-ion dinilai cocok untuk penyimpanan grid yang tidak perlu dibuat sekecil baterai ponsel atau seringan baterai mobil listrik. CATL sendiri tidak memosisikan sodium sebagai pengganti lithium secara instan, melainkan sebagai teknologi yang dapat bekerja bersama lithium dalam sistem penyimpanan energi masa depan.

Produksi sudah diperluas, pesanan besar sudah masuk

CATL menyebut TENER Sodium telah mencapai kematangan komersial penuh dari sisi teknologi, kapasitas produksi, dan kesiapan rantai pasok. Perusahaan itu juga mengatakan telah meneliti dan mengembangkan baterai sodium-ion sejak 2016, dengan investasi sekitar $1,4 miliar selama satu dekade terakhir, tergantung nilai tukar.

Produksi sodium-ion di basis Fuding, China, telah diperluas dan menambah kapasitas tahunan 40 gigawatt-jam. Basis yang direncanakan di Jining, Shandong, disebut dapat mendukung kapasitas produksi sodium-ion sebesar 160 gigawatt-jam.

Lokasi / ProgramKeteranganKapasitas
Fuding, ChinaBasis produksi yang diperluasTambahan 40 gigawatt-jam per tahun
Jining, ShandongBasis yang direncanakan160 gigawatt-jam
HyperStrongPesanan penyimpanan energi sodium-ion tiga tahun60 gigawatt-jam

CATL juga menandatangani pesanan penyimpanan energi sodium-ion tiga tahun senilai 60 gigawatt-jam dengan HyperStrong pada April 2026. Perusahaan menyebut kontrak itu sebagai kontrak komersial sodium-ion terbesar di dunia.

Jadwal pengiriman dan implikasi bagi utilitas

Sistem TENER Sodium diluncurkan di Munich, Jerman. CATL menargetkan pengiriman kumulatif mencapai 1 gigawatt-jam pada akhir 2026, dengan pengiriman di China mulai pada September 2026 dan pengiriman global mulai pada Juni 2027.

Bagi utilitas dan pengembang energi, daya tarik terbesar teknologi ini ada pada pilihan yang lebih luas. Jika sodium-ion terbukti andal dalam proyek besar, energi listrik bisa disimpan dengan cara yang lebih fleksibel dan tidak terlalu bergantung pada satu material.

Namun, adopsi di Amerika Serikat tetap bergantung pada penilaian biaya, performa, risiko rantai pasok, dan isu keamanan oleh utilitas, regulator, serta pengembang. Teknologi baru ini juga tidak otomatis menyelesaikan masalah lama seperti jaringan transmisi yang usang, perizinan yang lambat, atau hambatan lokal pada grid.

Yang pasti, dorongan ke sodium-ion menunjukkan penyimpanan energi sedang memasuki fase baru. Dengan tekanan dari pusat data AI, cuaca ekstrem, dan kebutuhan menyimpan energi terbarukan, opsi seperti TENER Sodium berpeluang menjadi bagian penting dari stabilitas listrik saat permintaan melonjak.

Berita Terkait