Caviar lebih dulu menjual versi mewah dari iPhone lipat yang masih sebatas rumor. Koleksi ini dibanderol mulai 13.840 dollar AS atau sekitar Rp 249 juta, meski Apple sendiri belum mengonfirmasi kehadiran iPhone Fold.
Produsen aksesori asal Rusia itu memperkenalkan lini tersebut lewat video singkat berdurasi 37 detik. Koleksinya membawa nama The Flagship: The First Foldable Phone by Caviar dan menampilkan desain lipat model buku dengan layar yang lebih lebar namun lebih pendek dibanding iPhone saat ini.
Empat varian dengan material premium
Caviar menyusun desainnya dari berbagai bocoran iPhone lipat yang beredar di internet, lalu menambahkan ciri khas rumahannya. Material yang digunakan meliputi titanium, kulit buaya asli, perak sterling, serat karbon, hingga emas 18 karat.
Setiap unit juga membawa logo Apple 3D, dan jumlah produksinya dibatasi hanya 19 unit untuk masing-masing model di seluruh dunia. Berikut rincian keempat variannya.
| Varian | Harga | Material Utama | Ciri Khusus |
|---|---|---|---|
| Titan | 13.840 dollar AS | Titanium hitam berlapis PVD, kulit buaya hitam | Model termurah |
| Dark Cherry | 14.270 dollar AS | Kulit buaya ungu tua, aksen emas 24 karat | Terinspirasi bocoran warna Dark Cherry |
| Silver | 15.270 dollar AS | Perak sterling | Logo Apple 3D dari perak murni |
| Gold | 15.560 dollar AS | Serat karbon dengan benang emas, bingkai emas 24 karat | Logo Apple timbul dari emas 18 karat |
Titan menjadi model paling terjangkau dengan harga sekitar Rp 249 juta. Varian ini memakai bodi titanium hitam berlapis PVD yang dipadukan panel kulit buaya hitam.
Di atasnya ada Dark Cherry yang dijual 14.270 dollar AS atau sekitar Rp 256,8 juta. Model ini memadukan kulit buaya ungu tua dengan aksen emas 24 karat, dan warnanya disebut terinspirasi dari bocoran Dark Cherry yang kabarnya akan hadir di lini iPhone 18 Pro.
Varian termahal dibuat sebagai penghormatan untuk Apple
Silver dijual 15.270 dollar AS atau sekitar Rp 274,8 juta. Pada model ini, panel atas perangkat terbuat dari perak sterling dan logo Apple 3D-nya dibuat dari perak murni.
Posisi paling mahal ditempati Gold, dengan harga mulai 15.560 dollar AS atau sekitar Rp 280 juta. Caviar memadukan panel belakang serat karbon dengan benang emas, bingkai berlapis emas 24 karat, dan logo Apple timbul dari emas 18 karat.
Caviar menyebut varian Gold dibuat sebagai penghormatan untuk menyambut ulang tahun Apple ke-50. Meski pemesanan sudah dibuka, produk ini tetap bukan rilisan resmi Apple.
Bocoran iPhone Fold asli ikut dijadikan acuan
Di sisi lain, bocoran desain iPhone Fold terus bermunculan walau Apple belum memberi konfirmasi. Salah satu yang paling banyak dibicarakan datang dari pembocor gadget Sonny Dickson, yang membagikan foto unit dummy iPhone Fold di platform X.
Foto itu memperlihatkan desain lipat model buku dengan layar utama sekitar 7,8 inci saat dibuka dan layar luar sekitar 5,5 inci. Saat dilipat, perangkat tersebut disebut punya rasio layar yang lebih pendek dan lebih lebar, menyerupai bentuk paspor.
Dummy itu juga menampilkan modul kamera belakang berbentuk kapsul memanjang di sisi kiri, memuat dua kamera dengan lampu kilat di sampingnya. Kamera depan ditempatkan di sudut kiri atas layar utama bagian dalam.
Sejumlah laporan lain menyebut iPhone Fold kemungkinan tidak akan memakai Face ID. Sebagai gantinya, Apple diperkirakan mengandalkan sensor sidik jari Touch ID yang terintegrasi dengan tombol daya untuk membuka kunci perangkat dan autentikasi Apple Pay.
Dari sisi perangkat lunak, Apple diprediksi memanfaatkan ekosistem aplikasi iPad agar pengalaman memakai layar lipat terasa lebih matang sejak awal. Keunggulan utamanya disebut bukan hanya pada spesifikasi, melainkan juga kualitas engsel dengan bekas lipatan layar yang nyaris tak terlihat saat perangkat dibuka.
Tekno.kompas.com menghimpun bahwa fokus utama rumor ini tetap berada pada desain, kualitas konstruksi, dan pendekatan Apple terhadap pengalaman layar lipat. Sementara itu, Caviar sudah lebih dulu menjual interpretasi mewahnya dengan harga yang menembus kisaran Rp 200 jutaan.
