Cerita Lila datang ke layar lebar dengan tawaran yang tidak sekadar mengandalkan sosok hantu. Film ini menempatkan drama keluarga sebagai pusat cerita, sehingga terornya tumbuh dari tekanan hidup yang dialami tokohnya, Tari.
Tokoh utama ini digambarkan sebagai seorang ibu tunggal yang harus memikul banyak masalah sekaligus. Selain berhadapan dengan hak asuh anak, Tari juga berusaha menjual rumah yang justru dihuni tiga sosok gaib bernama Lila, Suti, dan Rahma.
Pendekatan seperti itu membuat Cerita Lila terasa berbeda dari horor yang hanya mengandalkan penampakan. Konflik keluarga menjadi fondasi yang mendorong ketegangan, sementara unsur mistis hadir untuk memperkuat rasa tidak nyaman di sepanjang cerita.
Sara Wijayanto membawa kisah ini dari kanal YouTube ke format film layar lebar. Proyek tersebut diarahkan oleh Bobby Prasetyo dan diposisikan sebagai horor yang juga menyimpan lapisan emosional yang kuat.
Lutesha dipercaya memerankan Tari dalam film ini. Ia mengaku awalnya membayangkan Cerita Lila akan dipenuhi jump scare dan adegan kesurupan, tetapi pandangannya berubah setelah membaca naskah.
Bagi Lutesha, cerita yang ia temukan justru bergerak seperti roller coaster karena memadukan beban emosional dan drama keluarga yang padat. Dari situ, ia melihat bahwa teror dalam film ini tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari situasi yang menekan para tokohnya.
Sara Wijayanto juga menegaskan bahwa film ini tidak hanya menjual hantu secara visual. Cerita Lila, menurutnya, menyoroti perjalanan manusia saat menghadapi berbagai persoalan dan bagaimana mereka bertahan di tengah tekanan hidup.
Di sisi produksi, ada pula tantangan teknis yang harus dipersiapkan dengan baik. Lutesha menyebut terdapat adegan yang membuatnya harus melayang dan menggunakan stuntman untuk mendukung kebutuhan visual.
Untuk mendukung adegan tersebut, tim produksi menyiapkan workshop stunt khusus. Latihan itu mencakup teknik jatuh yang aman serta penggunaan sling agar proses syuting tetap berjalan dengan aman.
Lutesha menuturkan seluruh rangkaian syuting berlangsung aman dan nyaman. Hal itu penting karena beberapa adegan menuntut koordinasi teknis yang tidak ringan bagi pemain.
Selain Lutesha dan Sara Wijayanto, film ini juga dibintangi Shareefa Daanish dan Wafda Lubis. Kehadiran para pemain tersebut memperkuat atmosfer horor sekaligus memberi ruang bagi dinamika antarkarakter.
Cerita Lila dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Dengan kombinasi teror supranatural dan konflik keluarga, film ini diposisikan sebagai tontonan yang menakutkan sekaligus emosional.
Source: www.suara.com






