PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pengelola jaringan bioskop CGV Indonesia, menyiapkan ekspansi bisnis ke dua sektor yang tak lazim bagi emiten bioskop. Perseroan mendaftarkan KBLI 47724 untuk perdagangan kosmetik dan KBLI 86995 untuk aktivitas rumah pijat.
Langkah itu menandai bahwa CGV tidak lagi hanya bertumpu pada bisnis pemutaran film. Arah pengembangan usaha perseroan kini mulai dibuka ke lini di luar usaha utama, meski pelaksanaannya masih berada pada tahap awal.
Masih Tahap Persiapan Izin
Manajemen BLTZ menegaskan dua aktivitas baru tersebut belum memberi dampak langsung pada operasi maupun kinerja keuangan perusahaan. Rencana itu masih berada dalam tahap persiapan dan pemenuhan izin yang dibutuhkan.
Corporate Secretary BLTZ, Rozaksan Rinota, menyampaikan bahwa pendaftaran dua Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia baru itu merupakan bagian dari pengembangan usaha perseroan. Informasi tersebut juga disiapkan sebagai bahan bagi manajemen dan publik terkait rencana pengembangan di dua bidang itu.
Reaksi Pasar dan Kepemilikan
Di tengah pengumuman diversifikasi tersebut, saham BLTZ ditutup melemah 0,35 persen atau turun 10 poin ke level Rp 2.880 per saham. Pergerakan itu menunjukkan pasar memberi perhatian pada rencana ekspansi yang diumumkan perusahaan.
Struktur kepemilikan BLTZ masih didominasi investor asal Korea Selatan. CGI Holdings memegang 51 persen saham, sementara Coree Capital menguasai 40 persen saham.
Rencana masuk ke perdagangan kosmetik untuk manusia dan rumah pijat menambah daftar langkah ekspansi CGV Indonesia. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada proses persiapan dan perizinan yang sedang ditempuh perseroan.
