Changan Group menempatkan target yang sangat agresif dalam peta bisnisnya, yaitu menembus jajaran 10 besar otomotif dunia pada 2030. Untuk menuju ke sana, perusahaan asal Tiongkok itu mengusung strategi baru bernama “1+4+5” yang dirancang sebagai lompatan dua kali lipat dari arah pertumbuhan sebelumnya.
Target tersebut tidak hanya berhenti pada ambisi peringkat global. Changan juga memasang sasaran pendapatan RMB 600 miliar atau sekitar Rp 1.500 triliun pada 2030, bersamaan dengan penguatan posisi sebagai perusahaan otomotif kelas dunia.
Mesin pertumbuhan tidak bertumpu pada mobil semata
Strategi “1+4+5” disusun di atas empat pilar bisnis utama, yaitu kendaraan, komponen, layanan, dan industri ekosistem generasi terbaru. Susunan ini menunjukkan bahwa Changan ingin membangun pendapatan dari lebih banyak jalur, bukan hanya dari penjualan kendaraan.
Pendekatan tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk memperkuat rantai nilai secara menyeluruh. Dalam industri otomotif yang bergerak cepat, layanan, teknologi, dan ekosistem pendukung kini ikut menentukan daya saing jangka panjang.
Empat transformasi yang jadi arah utama
Di luar pondasi bisnis, Changan menetapkan empat transformasi penting, yakni kecerdasan, green development, globalisasi, dan integrasi. Keempatnya menjadi panduan agar perusahaan bisa menyesuaikan langkah dengan perubahan industri otomotif yang makin kompetitif.
Arah kecerdasan menegaskan fokus pada penguatan teknologi dalam produk dan operasi. Sementara itu, green development menunjukkan penyesuaian strategi terhadap tuntutan keberlanjutan yang semakin kuat di sektor otomotif.
Globalisasi dan integrasi menjadi dua bagian lain yang tidak kalah penting. Keduanya menggambarkan upaya Changan untuk memperluas pasar sekaligus menyatukan berbagai lini bisnis agar bergerak lebih efisien.
Roadmap 10 tahun dibagi dalam dua tahap
Dalam rencana jangka panjangnya, Changan membagi pertumbuhan ke dalam dua fase selama 10 tahun ke depan. Pada periode itu, perusahaan menargetkan pencapaian lima kali lipat pada sejumlah indikator utama, termasuk penjualan New Energy Vehicle atau NEV, penjualan kendaraan di pasar internasional, total pendapatan, laba, dan nilai merek.
Sasaran operasional yang dipasang juga cukup tinggi. Changan membidik 2,4 juta unit penjualan NEV serta 1,5 juta kendaraan ke pasar luar negeri dalam satu dekade mendatang.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan brand value senilai RMB 200 miliar atau sekitar Rp 500 triliun. Jika seluruh sasaran itu tercapai, Changan berharap bisa masuk ke 10 besar perusahaan otomotif dunia pada 2030.
Strategi baru lahir dari kelanjutan rencana sebelumnya
Langkah “1+4+5” tidak muncul sebagai rencana yang berdiri sendiri. Changan menempatkannya sebagai kelanjutan dari Vast Ocean Plan, yang memperlihatkan bahwa perusahaan ingin membawa pertumbuhan domestik ke panggung global dengan basis yang lebih mandiri.
Zhu Huarong, Chairman Changan Group, menegaskan bahwa transformasi menjadi kunci utama untuk melahirkan generasi baru perusahaan otomotif kelas dunia. Ia juga menyampaikan bahwa Changan akan terus berkembang bersama para mitra industri melalui visi dan tujuan yang selaras.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa ekspansi Changan tidak dibangun sendirian. Perusahaan ingin tumbuh bersama ekosistem usaha yang lebih luas dan tetap berorientasi jangka panjang.
Modal awal sudah tersedia
Ambisi besar tersebut didukung oleh capaian bisnis yang sudah terbentuk sebelumnya. Changan mencatat penjualan 2,9 juta unit kendaraan pada 2025, naik 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi teknologi, perusahaan ini juga memiliki posisi yang kuat. Changan disebut menempati peringkat pertama dalam evaluasi National Enterprise Technology Center di Tiongkok selama 14 tahun berturut-turut.
Kombinasi antara basis penjualan, kekuatan teknologi, dan perluasan jaringan global membuat strategi baru Changan terlihat disusun di atas fondasi yang sudah berjalan. Dengan arah itu, perusahaan kini menyiapkan fase pertumbuhan berikutnya dengan target yang jauh lebih besar.
