Biaya mobil listrik Chery Q menjadi sorotan karena disebut paling hemat di antara lini EV Chery untuk mobilitas harian. Dalam simulasi internal dengan tarif pengisian daya rumah tangga, angkanya dimulai sekitar Rp181 per kilometer.
Bagi pengguna perkotaan yang menempuh perjalanan pulang-pergi 40–60 kilometer per hari, selisih biaya ini terasa langsung di pengeluaran bulanan. Chery menempatkan efisiensi sebagai nilai utama untuk konsumen yang ingin biaya mobilitas lebih mudah diprediksi.
Biaya harian Chery Q dibanding model lain
Dalam perhitungan yang sama, Chery Q diperkirakan membutuhkan sekitar Rp7.240 per hari untuk jarak 40 kilometer. Jika jaraknya naik menjadi 60 kilometer, biayanya berada di kisaran Rp10.860 per hari.
Chery E5 berada sedikit di atasnya, dengan estimasi sekitar Rp8.200 hingga Rp12.300 per hari untuk pola penggunaan serupa. Adapun Chery J6T memiliki biaya energi paling tinggi dalam simulasi tersebut, yakni sekitar Rp11.360 hingga Rp17.040 per hari.
| Model | Estimasi Biaya Harian |
|---|---|
| Chery Q | Rp7.240–Rp10.860 |
| Chery E5 | Rp8.200–Rp12.300 |
| Chery J6T | Rp11.360–Rp17.040 |
Hitungan bulanan juga lebih mudah dikendalikan
Jika dihitung berdasarkan rata-rata 1.200 kilometer per bulan, Chery Q disebut memerlukan sekitar Rp217.200. Angka ini membuat pengeluaran energi lebih mudah disusun sejak awal, terutama bagi pengguna yang rutin berkendara setiap hari.
Chery E5 diperkirakan menghabiskan sekitar Rp246.000 per bulan, sedangkan Chery J6T berada di kisaran Rp340.800 per bulan. Selisihnya cukup besar untuk pengguna yang menjadikan efisiensi sebagai pertimbangan utama.
Karakter tiap model memang dibedakan
Meski sama-sama menggunakan teknologi listrik, tiap model Chery disiapkan untuk kebutuhan yang berbeda. Chery Q diarahkan bagi pengguna urban yang mengutamakan efisiensi dan mobilitas praktis.
Chery E5 ditujukan untuk konsumen yang membutuhkan ruang dan jarak tempuh lebih jauh. Sementara itu, Chery J6T hadir sebagai SUV listrik yang dibuat lebih fleksibel untuk berbagai kondisi penggunaan.
Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia, menyebut masyarakat kini semakin cermat mengelola pengeluaran rutin. Ia menegaskan bahwa mobilitas tetap harus berjalan, tetapi biaya operasional juga perlu efisien, sehingga Chery menghadirkan solusi zero fuel melalui lini EV dengan biaya penggunaan terjangkau dan value yang kompetitif.
Ia juga menilai kendaraan listrik harus memberi manfaat yang benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, efisiensi harus bisa dihitung, kenyamanan harus bisa dirasakan, dan teknologinya harus sesuai dengan kebutuhan harian.
Pembahasan berikutnya tertuju pada harga jual Chery Q yang ditaksir mulai Rp200 jutaan. Jika angka itu terwujud, model ini berpotensi bersinggungan langsung dengan pasar LCGC dan membawa efisiensi listrik ke segmen yang lebih luas.
