Chery menempatkan pabrik bekas Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan, sebagai aset strategis baru untuk memperkuat ekspansi manufakturnya di benua Afrika. Langkah ini disertai target menciptakan 3.000 lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung, di sektor manufaktur dan rantai pasok.
Perusahaan asal China itu juga berkomitmen mempertahankan 692 pekerja yang sudah ada di fasilitas tersebut. Di saat yang sama, Rosslyn diproyeksikan menjadi pusat produksi, pengapalan ekspor, riset dan pengembangan, serta pusat kendali operasi regional Chery di Afrika.
Transformasi fasilitas Rosslyn
Pengambilalihan pabrik dilakukan melalui investasi bernilai jutaan dolar Amerika Serikat untuk memperbarui fasilitas dan menambah mesin baru. Setelah proses pembaruan itu berjalan, produksi massal kendaraan ditargetkan mulai pada pertengahan 2027.
Wakil Presiden Chery Auto, Charlie Zhang, menyebut Rosslyn akan dikembangkan menjadi pusat otomotif yang lebih lengkap. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung penelitian dan pengembangan, operasi rantai pasok, serta pelatihan guna memperluas kehadiran Chery di Afrika Selatan.
Model awal dan target volume produksi
Pada tahap awal, pabrik itu akan merakit sejumlah model, termasuk seri Jetour T, Jetour T1, Jaecoo J5 dengan opsi mesin pembakaran internal dan kendaraan energi baru, serta SUV Chery Tiggo 4. Chery menargetkan produksi awal 15.000 unit kendaraan untuk kuartal ketiga dan keempat 2027.
| Tahap | Detail | Waktu |
|---|---|---|
| Pembaruan fasilitas | Investasi jutaan dolar AS, penambahan mesin baru | Sebelum produksi massal |
| Produksi massal | Mulai produksi kendaraan | Pertengahan 2027 |
| Target awal | 15.000 unit kendaraan | Kuartal ketiga dan keempat 2027 |
Fokus pada kandungan lokal dan rantai pasok
Untuk mengejar target tersebut, manajemen menyiapkan investasi lanjutan guna meningkatkan utilitas pabrik sebelum lini perakitan diaktifkan. Chery juga menjalankan program peningkatan kandungan lokal sebesar 40 persen sejak tahap awal.
Bersamaan dengan itu, perusahaan melakukan survei terhadap pemasok tingkat 1 dan menyiapkan rencana mendatangkan produsen komponen dari China, terutama untuk bagian kendaraan listrik. Strategi ini menunjukkan bahwa Chery ingin membangun rantai pasok yang lebih dalam, bukan sekadar menjual mobil di Afrika Selatan.
Arah ekspansi jangka panjang
Rosslyn diposisikan sebagai basis penting bagi ambisi Chery di Afrika Selatan, termasuk mendukung target penjualan lebih dari 100.000 unit kendaraan per tahun di pasar tersebut. Jika seluruh rencana berjalan sesuai sasaran, fasilitas bekas Nissan itu akan menjadi salah satu penopang utama ekspansi manufaktur Chery di Afrika.
