Chery Tak Jadi Beli Pabrik Handal, Fokusnya Justru Menambah Kapasitas Produksi

Chery Group memastikan tetap menyiapkan pabrik mandiri di Indonesia meski kabar pembelian pabrik PT Handal Indonesia Motor dibantah. Rencana itu disebut berjalan sesuai arahan perusahaan, dengan groundbreaking dipatok tahun ini dan produksi ditargetkan bisa berlangsung pada tahun depan.

Di saat yang sama, Chery masih bekerja sama dengan Handal untuk kebutuhan perakitan. Kehadiran pabrik baru tidak berarti perusahaan menghentikan operasional di tempat lain, karena strategi produksi akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar masing-masing.

Bantahan soal akuisisi pabrik muncul setelah pertemuan di Wuhu, China. Wakil Presiden Komisaris PT Handal Indonesia Motor, Jongkie D Sugiarto, menegaskan tidak ada pembicaraan mengenai pembelian pabrik saat pertemuan itu berlangsung.

Jongkie menjelaskan bahwa pembahasan justru mengarah pada kesiapan fasilitas perakitan. Fokusnya adalah bagaimana kapasitas produksi bisa ikut menyesuaikan kenaikan volume penjualan dan produksi Chery yang terus meningkat.

Menurut Jongkie, kebutuhan seperti itu memang menuntut persiapan yang besar. Karena itu, obrolan yang terjadi lebih dekat ke urusan operasional produksi ketimbang rencana mengambil alih pabrik Handal.

Jongkie yang juga menjabat Vice Chairman Market Development Gaikindo menilai pertumbuhan produksi Chery membuat kesiapan jaringan perakitan menjadi penting. Tujuannya agar operasi tidak terganggu ketika volume terus naik.

Di sisi produk, Chery juga terus memperluas lini merek dan model untuk pasar Indonesia. Nama Omoda, Jaecoo, iCar, dan Lepas ikut dibawa ke Tanah Air.

Terkait hal itu, Jongkie menegaskan bahwa keputusan menghadirkan banyak merek dan model sepenuhnya berada di tangan produsen. Handal hanya menjalankan proses perakitan sesuai kebutuhan yang telah ditetapkan.

Ia juga menambahkan bahwa penentuan model baru yang akan dirakit secara lokal tetap menjadi kewenangan Chery. Dengan demikian, Handal tidak memegang peran dalam menentukan lini produk yang masuk ke jalur perakitan.

President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, menyebut Indonesia tetap menjadi basis produksi penting untuk kawasan Asia Tenggara. Ia juga menegaskan bahwa hub produksi di Indonesia tidak berubah dan perusahaan masih terus bekerja untuk merealisasikannya.

Zheng menjelaskan bahwa kehadiran pabrik di Indonesia tidak meniadakan kebutuhan produksi di tempat lain. Menurut dia, pola itu sejalan dengan strategi sejumlah produsen Jepang yang menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar masing-masing.

Source: www.liputan6.com

Berita Terkait