China Tangkap Booster Roket Pakai Jaring di Laut, Cara Baru yang Menantang SpaceX

Author: Redaksi Android62

China mencatat terobosan baru dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali setelah booster kelas orbital berhasil ditangkap dengan jaring di tengah laut. Cara pemulihan ini dipakai dalam penerbangan perdana Long March 10B dan disebut sebagai langkah yang sangat berbeda dari pendekatan SpaceX maupun Blue Origin.

Misi itu diluncurkan dari Wenchang Commercial Space Launch Site di Pulau Hainan, China, pada Jumat (11/7/2026). Sekitar 10 menit setelah lepas landas, booster tahap pertama kembali dari luar angkasa dan diarahkan ke kapal lepas pantai yang sudah dilengkapi struktur berkaki empat serta jaring berbentuk kisi-kisi.

Mesin pendarat booster dimatikan sesaat sebelum menyentuh jaring, lalu booster tergantung di udara setelah berhasil ditangkap sistem tersebut. Sementara itu, tahap kedua roket terus melaju ke orbit untuk mengirimkan muatan bernama CX-26, dan pemerintah China menyebut misi ini sebagai “kesuksesan total”.

Langkah yang tidak meniru pola lama

Berdasarkan rangkuman tekno.kompas.com dari ArsTechnica, pendekatan China berbeda dari dua pemain besar antariksa yang selama ini lebih dulu mengembangkan roket reusable. SpaceX dan Blue Origin sama-sama mengembalikan booster dengan pendaratan vertikal, baik di darat maupun di platform terapung.

Pada Starship, SpaceX juga memakai dua lengan mekanis atau chopstick yang terpasang di menara peluncuran untuk menangkap booster. China justru memilih jalur laut dengan menempatkan jaring pada kapal di tengah laut sebagai alat penangkap booster yang kembali dari penerbangan.

Metode Pemulihan Pihak Lokasi Ciri Utama
Jaring berbasis laut China Di tengah laut Booster ditangkap oleh sistem jaring di kapal lepas pantai
Pendaratan vertikal SpaceX dan Blue Origin Landasan darat atau platform terapung Booster mendarat secara propulsif
Chopstick di menara peluncuran SpaceX Menara peluncuran Booster Starship ditangkap dengan lengan mekanis

CASC menyebut pendekatan ini bisa mengurangi bobot roket karena booster tidak perlu membawa kaki pendaratan. Selain itu, pemulihan di lokasi yang berada di jalur penerbangan roket juga dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar saat kembali ke Bumi.

Perusahaan itu mengatakan uji coba Long March 10B memvalidasi sejumlah teknologi penting, mulai dari penyalaan ulang mesin di ketinggian, sistem navigasi dan kendali presisi tinggi, hingga sistem penangkapan booster memakai jaring di platform laut.

Kapabilitas Long March 10B

Long March 10B mampu mengangkut muatan sekitar 16 ton ke orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO). Kapasitas ini sedikit di bawah Falcon 9 milik SpaceX.

Booster tahap pertamanya menggunakan tujuh mesin YF-100K berbahan bakar kerosin dan oksigen cair. Adapun tahap keduanya memakai satu mesin YF-219 berbahan bakar metana.

CASC mengatakan pengembangan Long March 10B akan terus dilanjutkan, termasuk uji penggunaan ulang booster pertama sebelum akhir tahun ini. Roket ini juga memiliki desain yang mirip dengan Long March 10A, yang disiapkan China untuk misi berawak menuju stasiun luar angkasa Tiangong menggunakan kapsul generasi baru Mengzhou di masa depan.

Source: tekno.kompas.com
Berita Terbaru