Snapdragon 8 Elite Gen 5 mulai mengubah peta HP flagship dengan dua arah yang sama-sama kuat: dorongan besar ke gaming ekstrem dan dorongan serius ke kamera kelas atas. Dari deretan perangkat yang muncul, terlihat jelas bahwa produsen kini tidak hanya mengejar performa mentah, tetapi juga pendinginan, daya tahan baterai, pengisian cepat, dan desain yang lebih premium.
Bagi pengguna yang ingin tenaga paling agresif, beberapa model langsung menonjol karena fokusnya sangat jelas. iQOO 15 dan iQOO 15R disebut sebagai salah satu HP pertama yang memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 di Indonesia, dengan target utama pada performa gaming dan sistem pendingin vapor chamber berukuran besar.
Lini gaming paling keras
iQOO 15 dan iQOO 15R mengandalkan layar AMOLED 6,8 inci 2K dengan refresh rate 144Hz. Keduanya juga dibekali RAM hingga 24GB, penyimpanan hingga 1TB, baterai 6.500 mAh, fast charging 120W, dan perkiraan harga mulai Rp11 jutaan.
Pendekatan yang lebih agresif terlihat pada REDMAGIC 11 Pro dan 11S Pro. Seri ini membawa kipas pendingin internal RGB dan shoulder trigger gaming, sehingga jelas diarahkan untuk kebutuhan e-sports dan sesi bermain yang panjang.
Panel OLED 165Hz menjadi nilai jual penting pada lini REDMAGIC. Ponsel ini juga menyiapkan RAM hingga 24GB, memori internal hingga 1TB, baterai hingga 8.000 mAh, fast charging 165W, dan perkiraan harga mulai Rp12 jutaan.
Di jalur yang lebih kompetitif, Realme GT8 Pro menawarkan paket performa tinggi dengan harga yang lebih ramah. Perangkat ini tetap ditujukan untuk gaming dan aktivitas berat harian, tetapi masih membawa layar AMOLED 144Hz, RAM hingga 16GB, serta penyimpanan sampai 1TB.
Realme GT8 Pro juga dibekali kamera utama 50MP, baterai 6.500 mAh, fast charging 150W, dan perkiraan harga mulai Rp9 jutaan. Kombinasi itu membuatnya masuk ke kelompok flagship yang tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga tetap memperhatikan keseimbangan fitur.
Flagship yang mengejar kamera dan performa
Di sisi lain, ada perangkat yang menonjol karena pendekatan kamera. Vivo X300 Ultra termasuk yang paling menarik bagi penggemar fotografi mobile karena membawa kamera Zeiss, sensor utama 1 inci, dan kamera telefoto periskop untuk hasil imaging kelas flagship.
Spesifikasi lain yang disebut mencakup layar AMOLED LTPO, baterai 6.000 mAh, fast charging 100W, dan perkiraan harga mulai Rp18 jutaan. Dengan komposisi itu, Vivo X300 Ultra diposisikan sebagai pilihan yang tidak mengorbankan performa tinggi demi kamera.
Samsung Galaxy S26 Ultra juga masuk barisan utama Snapdragon 8 Elite Gen 5. Model ini membawa kamera utama 200MP, layar Dynamic AMOLED 2X 6,9 inci, kamera periskop zoom, dan S Pen bawaan.
Samsung membekali perangkat itu dengan baterai 5.500 mAh, fast charging 65W, dan perkiraan harga mulai Rp22 jutaan. Posisi ini mempertegas arah Galaxy S26 Ultra sebagai flagship premium yang menggabungkan performa tinggi dan fitur produktivitas.
Xiaomi ikut bermain lewat Xiaomi 17 Series dan Xiaomi 16 Series. Keduanya memanfaatkan CPU Oryon dan GPU Adreno generasi baru, lalu diposisikan untuk menyeimbangkan performa, layar, dan kemampuan kamera.
Dua seri Xiaomi itu disebut membawa layar AMOLED LTPO 2K, kamera Leica, dan perekaman video 8K. Sistem operasinya memakai HyperOS terbaru, baterai sekitar 5.500–6.000 mAh, fast charging hingga 120W, serta perkiraan harga mulai Rp10 jutaan.
Bukan hanya ponsel batang
Snapdragon 8 Elite Gen 5 juga menyasar perangkat lipat premium. OPPO Find N5 diprediksi memakai chipset ini dengan fokus pada desain tipis, multitasking, dan kamera flagship.
Perangkat lipat tersebut disebut akan membawa layar foldable AMOLED, engsel yang lebih tipis dan kuat, serta kamera Hasselblad. OPPO juga menyiapkan baterai dual-cell, fast charging SuperVOOC, dan perkiraan harga mulai Rp24 jutaan.
Kehadiran Find N5 menunjukkan bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 5 tidak hanya ditujukan untuk HP konvensional. Chip ini juga diarahkan ke perangkat lipat yang membutuhkan efisiensi tinggi saat membuka banyak aplikasi sekaligus, tanpa meninggalkan kelas premium yang diusungnya.
Source: www.suara.com






