Pemerintah memperkuat peringatan dini cuaca ekstrem di pesisir selatan Jawa dengan mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Fasilitas ini diposisikan sebagai benteng deteksi dini untuk mengantisipasi bibit siklon tropis yang dapat memengaruhi wilayah selatan Indonesia.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan, wilayah selatan Indonesia memiliki catatan historis terdampak siklon tropis yang merusak. Ia mencontohkan Siklon Cempaka dan Siklon Dahlia di selatan Yogyakarta pada 2017, serta Siklon Seroja yang menimbulkan kerusakan signifikan di Nusa Tenggara Timur pada 2021.
Radar untuk membaca cuaca secara cepat
Radar baru ini tidak hanya digunakan untuk memantau bibit siklon tropis. Alat tersebut juga membaca awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, dan pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem secara cepat dan real-time.
BMKG menyiapkan data presisi dari radar itu untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca di zona rawan. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi, termasuk longsor yang sempat melanda kawasan tersebut pada tahun lalu.
Posisi Cilacap dianggap strategis
Penempatan radar di Cilacap didasarkan pada letak wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Kawasan ini juga memiliki kepadatan aktivitas ekonomi yang tinggi.
Faisal menekankan bahwa pesisir selatan memegang peran strategis bagi aktivitas kelautan, perikanan, transportasi, industri, dan kesiapsiagaan bencana. Karena itu, sektor-sektor tersebut memerlukan data cuaca yang cepat dan andal.
Dampak langsung bagi nelayan dan perikanan
Pengoperasian radar ini disebut memberi dampak langsung pada keselamatan nelayan saat melaut. Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan menjaga stabilitas produktivitas industri perikanan Cilacap yang menjadi penyuplai pangan protein di Jawa Tengah.
| Lokasi Radar | Jenis Perangkat | Fokus Penguatan |
|---|---|---|
| Cilacap | Radar Cuaca S-Band | Peringatan dini siklon tropis dan cuaca ekstrem di selatan Jawa |
| Tangerang | Radar Cuaca C-Band | Peremajaan untuk mengoptimalkan cakupan wilayah Jabodetabek |
Bagian dari jaringan radar nasional
Bagi BMKG, radar di Cilacap menjadi bagian dari penguatan pengamatan meteorologi maritim di wilayah prioritas nasional. Proyek ini masuk dalam Marine Meteorological System Phase II atau MMS-2.
Melalui MMS-2, BMKG membangun lima radar cuaca baru. Empat di antaranya adalah Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, sedangkan satu lagi merupakan peremajaan Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk mengoptimalkan cakupan wilayah Jabodetabek.
BMKG menyebut kebutuhan nasional mencapai 75 radar cuaca untuk mencakup seluruh ruang udara Nusantara. Saat ini, lembaga tersebut telah mengoperasikan 45 radar cuaca dan akan menambah jumlahnya secara bertahap dari tahun ke tahun.
Source: jogja.antaranews.com






