DPK Diproyeksi Melambat Tajam, CIMB Niaga Perkuat CASA Demi Menekan Biaya Dana

Author: Redaksi Android62

Prospek pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan pada 2026 diperkirakan melambat tajam dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Di tengah perubahan itu, CIMB Niaga memilih memperkuat penghimpunan dana murah CASA untuk menjaga biaya dana tetap efisien.

Survei Perbankan Bank Indonesia Triwulan II/2026 memproyeksikan pertumbuhan DPK hingga akhir 2026 sebesar 6,18% secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan DPK 2025 yang mencapai 13,83% secara tahunan.

Indikator Periode Pertumbuhan/Proyeksi
Pertumbuhan DPK Realisasi 2025 13,83% yoy
Pertumbuhan DPK Proyeksi akhir 2026 6,18% yoy
Penyaluran kredit baru Kuartal II/2026 SBT 93,08%

Perlambatan pertumbuhan simpanan muncul ketika kebutuhan likuiditas masih menjadi perhatian perbankan. Bank Indonesia mencatat Saldo Bersih Tertimbang atau SBT penyaluran kredit baru pada kuartal II/2026 berada di level 93,08%.

Kondisi tersebut membuat persaingan dalam menghimpun dana menjadi semakin penting bagi industri. Bank perlu menjaga ketersediaan likuiditas untuk mendukung penyaluran kredit tanpa meningkatkan beban pendanaan secara berlebihan.

CASA Menjadi Fokus Pendanaan

CIMB Niaga mengarahkan fokus penghimpunan DPK pada CASA, yakni giro dan tabungan. Komposisi dana murah dinilai penting agar bank tetap memiliki ruang ekspansi dengan biaya dana yang lebih terjaga.

Direktur Utama CIMB Niaga Lani Darmawan menyatakan perseroan akan terus mengoptimalkan penghimpunan dana murah. Strategi itu dipilih untuk mempertahankan cost of fund pada tingkat yang relatif lebih rendah.

“DPK masih akan difokuskan ke CASA untuk memaksimalkan cost of fund yang relatif lebih rendah,” ujar Lani kepada Bisnis Indonesia, dikutip Selasa (21/7/2026). Pernyataan tersebut menunjukkan arah pendanaan CIMB Niaga saat pertumbuhan dana industri diproyeksikan lebih moderat.

CASA menjadi penting karena giro dan tabungan diperkirakan menjadi penopang pertumbuhan DPK pada periode berikutnya. Sementara itu, deposito diproyeksikan tumbuh lebih rendah dibandingkan dua instrumen dana tersebut.

Komponen DPK Proyeksi Kuartal III/2026 Indikator
Tabungan 87,08% SBT
Giro 76,38% SBT
Deposito 40,97% SBT

Dalam Survei Perbankan Bank Indonesia, tabungan diproyeksikan mencatat SBT 87,08% pada kuartal III/2026. Giro diproyeksikan berada pada SBT 76,38%, sedangkan deposito sebesar 40,97%.

Kanal Transaksi Didorong

Penguatan CASA akan dilakukan melalui kanal yang telah terhubung dengan aktivitas transaksi nasabah. Kanal itu mencakup ekosistem payroll, layanan digital untuk segmen mass market, operating account, dan cash management.

Pendekatan tersebut membuat penghimpunan dana tidak hanya bergantung pada penawaran simpanan konvensional. Bank berupaya memperluas penggunaan rekening dalam transaksi harian maupun kebutuhan operasional nasabah.

Dari sisi pembiayaan, CIMB Niaga melihat proyeksi pertumbuhan kredit nasional perlu dibaca berdasarkan struktur industri perbankan. Lani menilai pertumbuhan nasional masih banyak ditopang oleh kelompok bank besar.

“Perkiraan pertumbuhan kredit dari BI sifatnya nasional dan kebanyakan didominasi oleh Himbara. Pertumbuhan kredit non-Himbara bisa lebih konservatif sejalan dengan masih rendahnya daya beli masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, CIMB Niaga akan lebih selektif menentukan segmen pembiayaan yang akan didorong. Kredit korporasi dipandang sebagai salah satu segmen yang masih memiliki peluang pertumbuhan sejalan dengan kebutuhan pembiayaan sektor usaha.

Selain memperbesar dana murah, CIMB Niaga juga menjaga rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau LDR. Perseroan menyatakan seluruh rasio likuiditas dipertahankan pada level sehat dan sesuai ketentuan regulator.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru