Ukiran Brahmi pada Cincin Emas 2.000 Tahun di Thailand Mengarah ke Jejak Pedagang India

Author: Redaksi Android62

Sebuah ukiran pada cincin emas berusia sekitar 2.000 tahun yang ditemukan di Thailand bagian barat membuka petunjuk tentang kemungkinan hubungan dengan India kuno. Karakter pada perhiasan tersebut diduga memakai aksara Brahmi dan mengarah pada nama yang terkait dengan astronomi India.

Cincin itu ditemukan bersama satu rangka manusia di situs Don Yai Thong, Provinsi Phetchaburi. Temuan tersebut membuat perhiasan emas ini dinilai lebih dari sekadar benda makam, karena dapat menyimpan petunjuk mengenai identitas dan kepercayaan pemiliknya.

Tulisan yang Dikaitkan dengan Pushya

Pembacaan awal para ahli mengarah pada kata “pusarakhitasa”. Istilah itu dimaknai sebagai “yang dilindungi oleh Pushya”, salah satu rasi bintang yang dianggap paling mujur dalam astronomi India.

Penafsiran tersebut belum menjawab secara pasti siapa pemakai cincin itu. Namun, kaitan tulisan dengan tradisi India kuno memberi dasar bagi dugaan bahwa pemiliknya memiliki hubungan budaya atau aktivitas dengan kawasan India.

Para ahli menduga pemilik perhiasan itu mungkin seorang pedagang dari kasta Vaishya dalam masyarakat India kuno. Dugaan itu masih berupa penilaian awal dan penelitian terhadap artefak tersebut terus berlangsung.

Artefak Ciri Konteks Penemuan
Cincin emas berukir Diduga memuat aksara Brahmi dengan tulisan “pusarakhitasa” Ditemukan bersama rangka manusia
Cincin emas polos Tidak memiliki ukiran Ditemukan bersama rangka yang sama

Dua Cincin dalam Satu Makam

Cincin kedua yang ditemukan di lokasi sama memiliki bentuk lebih sederhana dan tidak memuat ukiran. Meski polos, benda itu tetap penting karena berada dalam konteks pemakaman yang sama dengan cincin berinskripsi.

Kehadiran dua perhiasan emas bersama rangka manusia dapat membantu arkeolog membaca kedudukan sosial pemiliknya. Konteks makam juga menjadi unsur penting untuk menguji dugaan bahwa area tersebut dipakai oleh kelompok elite.

Sejak Februari, tim arkeolog menemukan delapan rangka manusia di Don Yai Thong. Penggalian juga menghasilkan perhiasan emas dan perunggu, tembikar, serta sejumlah artefak lain.

Kumpulan benda itu menunjukkan kemungkinan bahwa Don Yai Thong merupakan kawasan pemakaman seremonial. Lokasi tersebut diduga digunakan oleh orang kaya atau anggota kelas atas pada masanya.

Situs dari Periode Prasejarah Akhir

Don Yai Thong berada sekitar 130 kilometer di barat daya Bangkok. Situs ini diperkirakan berasal dari periode prasejarah akhir Thailand atau Zaman Besi, dengan rentang usia sekitar 1.500 hingga 2.500 tahun.

Perkiraan masa tersebut sejalan dengan usia dua cincin emas yang diperkirakan sekitar 2.000 tahun. Penggalian di lokasi itu dilakukan pada awal Juli setelah penelitian arkeologis berkembang dari temuan awal warga.

Menurut Kompas.com yang mengutip AP News, warga sebelumnya menemukan pecahan drum perunggu kuno di area persawahan. Temuan itu mendorong penelitian lebih lanjut di Don Yai Thong.

Departemen Kesenian Thailand menyatakan penelitian di situs tersebut masih berjalan dan diperkirakan selesai sekitar satu bulan. Artefak hasil penggalian direncanakan untuk dipamerkan kepada publik setelah proses penelitian berlanjut.

Berita Terbaru