Coinbase memperkenalkan alat baru yang membuat agen AI dapat melakukan transaksi sendiri, mulai dari trading hingga membayar riset premium. Perusahaan ini menempatkan kemampuan transaksi dan pembayaran dalam satu alur kerja yang dirancang khusus untuk agen, bukan hanya untuk pengguna manusia.
Langkah tersebut muncul di tengah percepatan penggunaan agen AI di internet yang disebut sudah melampaui lalu lintas manusia. Di saat yang sama, perusahaan keuangan berlomba menyiapkan sistem agar agen bisa bertindak atas nama pengguna dengan kontrol yang lebih terukur.
Akses Bisa Lewat Akun Utama atau Sandbox
Coinbase menyatakan pengguna dapat menghubungkan agen langsung ke akun utama agar bisa mulai trading. Namun, bagi yang belum ingin memberi akses penuh, agen juga bisa dijalankan di lingkungan sandbox yang terpisah.
Skema ini memberi ruang uji coba yang lebih aman sebelum otomatisasi dipakai secara penuh. Coinbase menegaskan kontrol akses menjadi bagian penting dalam rancangan alat barunya.
Melalui Coinbase Advanced, agen dapat mengakses fitur yang biasa dipakai trader profesional, termasuk grafik TradingView. Dari sana, pengguna bisa meminta agen menyeimbangkan portofolio, mengikuti tesis investasi tertentu, atau membantu mengeksekusi satu transaksi kripto.
Baru Kripto, Aset Lain Menyusul
Untuk saat ini, dukungan perdagangan masih terbatas pada pasar spot kripto dan derivatif. Coinbase menyebut dukungan untuk saham serta prediction markets sudah disiapkan untuk tahap berikutnya.
Perusahaan juga berencana menambahkan batasan baru dalam waktu dekat. Aturan itu mencakup ukuran transaksi maksimum, layanan yang boleh diakses agen, dan besaran dana yang bisa dibelanjakan.
Pembayaran Riset Premium Tanpa Login
Fitur yang paling menonjol hadir melalui protokol pembayaran terbuka x402 yang diluncurkan bersama AWS, Anthropic, Circle, dan Near. Dengan standar ini, agen dapat membayar API data riset premium dan komputasi sesuai kebutuhan untuk memperoleh wawasan trading tanpa perlu login atau berlangganan.
Coinbase juga menyediakan daftar layanan yang bisa dijangkau lewat x402. Bagi perusahaan, kemampuan ini penting karena menggabungkan eksekusi transaksi dan pembayaran dalam satu sistem yang bisa dipakai agen secara langsung.
Strategi AI Coinbase Kian Meluas
Coinbase sudah beberapa tahun mengembangkan alat berbasis AI. Pada 2024, perusahaan meluncurkan AgentKit yang memungkinkan pengembang mengintegrasikan dompet otomatis ke dalam aplikasi mereka.
Pada Desember lalu, Coinbase juga menambahkan asisten berbasis AI ke aplikasinya untuk memberi tips trading dan saran finansial. Agen terbaru ini disebut juga dapat bekerja di ChatGPT atau Claude melalui server MCP milik Coinbase.
Lincoln Murr, Head of AI Product, mengatakan Coinbase for Agents dibangun dari pengalaman bertahun-tahun dalam ekonomi agen. Ia menyebut tujuan utamanya adalah menciptakan agen yang bisa bertransaksi, sambil menekankan bahwa Coinbase menggabungkan akses bursa dengan protokol pembayaran native.
Persaingan Industri dan Sorotan Regulator
Pergerakan Coinbase datang saat minat terhadap pembayaran agen makin cepat di industri teknologi dan keuangan. Visa baru-baru ini berinvestasi di Replit untuk mendukung pembayaran agen bagi pengembang, lalu juga membuat kesepakatan dengan OpenAI untuk mengeksplorasi produk serupa.
Pace pengembangan yang cepat itu ikut menarik perhatian regulator keuangan global. Financial Stability Board menilai perlindungan kuat perlu disiapkan untuk mengurangi risiko AI saat penggunaan agen dalam transaksi terus meluas.
