Coldplay menjadikan lagu baru “We Dance” sebagai titik temu para penampil utama halftime show final Piala Dunia 2026. Pada penutup di MetLife Stadium, New Jersey, Chris Martin dan personel bandnya tampil bersama Shakira, Burna Boy, serta sejumlah pengisi acara lain.
Momen tersebut menutup segmen hiburan berdurasi sekitar 11 menit yang digelar pada Minggu, 19 Juli 2026. Keputusan mengumpulkan para bintang di panggung membuat pertunjukan tidak hanya berpusat pada satu musisi atau satu kolaborasi.
Chris Martin tampil bersama seluruh personel Coldplay saat membawakan “We Dance”. Mereka turut didampingi anak-anak dari PS 22 Chorus yang mengisi bagian koor dalam klimaks pertunjukan.
Kehadiran paduan suara anak-anak memperkuat pesan sosial yang dibawa acara tersebut. Halftime show final Piala Dunia 2026 digarap bersama Global Citizen untuk mendukung FIFA Global Citizen Education Fund.
Panggung Penutup untuk Para Penampil Utama
Shakira kembali ke panggung setelah sebelumnya menyanyikan lagu resmi turnamen, “Dai Dai”, bersama Burna Boy. Kolaborasi itu kemudian berlanjut dalam penutupan bersama Coldplay melalui “We Dance”.
Karakter-karakter Muppets juga muncul kembali setelah sebelumnya ambil bagian dalam segmen orkestra. Bagian orkestra tersebut dipimpin oleh konduktor Gustavo Dudamel.
| Penampil atau unsur | Peran dalam pertunjukan | Momen keterlibatan |
|---|---|---|
| Coldplay | Membawakan “We Dance” | Penutup halftime show |
| Shakira dan Burna Boy | Membawakan “Dai Dai” | Kembali tampil pada penutupan |
| PS 22 Chorus | Mengisi koor | Mendampingi Coldplay |
| Muppets | Bagian dari segmen orkestra | Muncul kembali pada rangkaian akhir |
Penyanyi asal Australia Emmanuel Kelly turut hadir dalam rangkaian akhir acara. Menurut Kompas.com, Madonna, BTS, dan Justin Bieber juga termasuk dalam daftar musisi yang memeriahkan halftime show tersebut.
Keragaman nama dan unsur panggung itu membuat “We Dance” berfungsi sebagai pengikat keseluruhan pertunjukan. Lagu penutup tersebut menyatukan segmen orkestra, kolaborasi pop, paduan suara anak-anak, dan artis internasional dalam satu panggung.
Chris Martin Menyusun Konsep Acara
Peran Chris Martin dalam acara ini tidak berhenti sebagai vokalis Coldplay. Ia juga menjadi kurator dan perancang konsep keseluruhan halftime show final Piala Dunia 2026.
Martin menyusun daftar penampil serta memastikan seluruh headliner kembali hadir dalam momen penutup. Struktur itu menjadikan kebersamaan para pengisi acara sebagai bagian penting dari rancangan pertunjukan.
Pesan acara juga berkaitan dengan target penggalangan dana senilai 100 juta dollar AS. Dana tersebut ditujukan untuk membantu memperluas akses pendidikan dan olahraga bagi anak-anak di seluruh dunia.
Partisipasi PS 22 Chorus menempatkan anak-anak secara nyata di pusat panggung, bukan hanya dalam pesan kampanye. Koor mereka menyertai Coldplay ketika para bintang lain kembali bergabung menjelang akhir segmen.
Hiburan Berakhir, Spanyol Meraih Trofi
Setelah halftime show selesai, pertandingan final antara Spanyol dan Argentina berlanjut hingga perpanjangan waktu. Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan tipis Spanyol.
Hasil itu memberi Spanyol gelar Piala Dunia kedua setelah keberhasilan mereka di Afrika Selatan pada 2010. Dengan demikian, “We Dance” menjadi penutup panggung hiburan sebelum perayaan juara Spanyol berlangsung.
Source: entertainment.kompas.com






