Lamine Yamal menjadi satu-satunya pemain timnas Spanyol yang mendapat pelukan singkat dari Raja Felipe VI dalam perayaan gelar juara dunia. Gestur itu terjadi saat skuad La Furia Roja berkunjung ke Palacio de la Zarzuela di El Pardo, Madrid.
Di tengah sambutan formal keluarga kerajaan, perlakuan kepada Yamal tampak berbeda dibandingkan rekan-rekan setimnya. Pemain berusia 19 tahun tersebut berdiri dekat dengan Raja Felipe VI sebelum keduanya berpelukan singkat.
Dalam momen itu, kedua tangan Yamal terlihat mendekap tangan kanan sang Raja. Adegan tersebut kemudian menarik perhatian publik karena tidak semua pemain Spanyol menerima sapaan yang sama.
Perbedaan Sambutan di Istana Zarzuela
CNN Indonesia melaporkan bahwa Raja Felipe VI menyambut anggota skuad dengan beragam bentuk interaksi. Sebagian besar pemain berjabat tangan, berbincang singkat, atau mendapat tepukan di kepala maupun lengan.
| Kelompok | Bentuk Sapaan Raja Felipe VI |
|---|---|
| Lamine Yamal | Berjabat tangan dan mendapat pelukan singkat |
| Pemain Spanyol lainnya | Berjabat tangan, mengobrol singkat, atau mendapat tepukan |
Perbedaan gestur itu memunculkan banyak tanggapan di media sosial. Sejumlah pengguna menilai Yamal tetap santai meski berada dalam agenda resmi bersama keluarga kerajaan Spanyol.
Ada pula yang menafsirkan cara Yamal mendekap tangan Raja Felipe VI menyerupai perayaan gol dengan rekan setim. Namun, perhatian utama kunjungan tersebut tetap tertuju pada keberhasilan kolektif timnas Spanyol merebut trofi dunia.
Rangkaian Perayaan Setelah Final
Kunjungan ke Istana Zarzuela berlangsung pada Senin (20/7) waktu setempat. Lokasi itu merupakan kediaman keluarga kerajaan Spanyol di kawasan El Pardo, Madrid.
Raja Felipe VI hadir bersama Ratu Letizia serta dua putri mereka, Leonor dan Infanta Sofia. Mereka menyambut para pemain setelah Spanyol kembali dari Amerika Serikat dengan status juara dunia.
Sebelum bertemu keluarga kerajaan di Madrid, Raja Felipe VI telah menemui pemain Spanyol di podium juara. Pertemuan sebelumnya berlangsung di Stadion New York New Jersey seusai final melawan Argentina.
Skuad asuhan Luis de la Fuente memastikan titel setelah mengalahkan Argentina pada pertandingan puncak. Selebrasi di podium kemudian berlanjut ketika tim pulang dan menjalani agenda penerimaan di istana.
Gelar Dunia Kedua Spanyol
Keberhasilan ini menjadi gelar juara dunia kedua bagi Spanyol. Trofi pertama diraih 16 tahun sebelumnya pada era Iker Casillas dan rekan-rekannya.
Perayaan gelar kedua itu menghadirkan banyak momen bagi skuad La Furia Roja. Pelukan singkat kepada Lamine Yamal menjadi salah satu adegan yang paling menonjol dalam penyambutan di Istana Zarzuela.
Source: www.cnnindonesia.com






