Bocoran terbaru memperlihatkan dua controller Xbox yang belum diumumkan, dan salah satunya langsung mencuri perhatian karena bentuknya jauh lebih ringkas dari gamepad Xbox pada umumnya. Dari perangkat yang muncul itu, arah Microsoft terlihat makin condong ke cloud gaming dan pengalaman bermain yang lebih mobile.
Yang membuat bocoran ini menarik bukan hanya karena ada dua model sekaligus, tetapi karena keduanya menunjukkan cara pandang yang berbeda terhadap controller. Satu model terlihat disiapkan untuk pemakaian yang lebih fleksibel saat streaming, sementara model lain tetap membawa karakter premium yang akrab bagi pengguna setia Xbox.
Controller kecil yang menonjol untuk cloud gaming
Perangkat paling mencolok adalah controller berukuran mini yang disebut berfokus pada cloud gaming. Walau tetap memakai tata letak tombol khas Xbox, bodinya tampak jauh lebih portabel dan tidak setebal controller Xbox standar.
Dari tampilannya, perangkat ini lebih dekat dengan gaya produk seperti 8BitDo atau Backbone dibanding controller Xbox biasa. Kesan itu mengarah pada kebutuhan bermain yang lebih mudah dibawa dan lebih cocok dipakai di luar konsol.
The Verge melaporkan bahwa controller tersebut mendukung Bluetooth 5.3 serta koneksi Wi‑Fi langsung pada jaringan 2.4GHz dan 5GHz. Detail itu penting karena membuka kemungkinan input terhubung langsung ke server Xbox Cloud Gaming tanpa harus melewati ponsel, tablet, atau PC lebih dulu.
Pendekatan seperti ini mengingatkan pada konsep yang pernah dicoba Google lewat controller Stadia. Tujuannya sama, yaitu memangkas jalur input agar latensi bisa ditekan saat bermain melalui layanan cloud.
Controller cloud itu juga disebut memakai baterai isi ulang 500mAh yang tertanam di dalam perangkat. Pengisian dayanya menggunakan USB-C, dan ini menjadi perubahan yang menonjol karena controller Xbox selama ini identik dengan baterai AA.
Model premium yang tetap mempertahankan ciri khas Xbox
Selain versi mungil tadi, bocoran yang sama juga menampilkan perangkat lain yang diduga sebagai Xbox Elite Series 3. Model ini tidak terlihat se-ekstrem controller cloud, tetapi tetap membawa sejumlah perubahan yang menarik bagi pengguna lama Xbox.
Gambar yang beredar menunjukkan pendekatan modular premium masih dipertahankan. Thumbstick, paddle, dan D-pad yang dapat diganti tampaknya tetap menjadi bagian dari desainnya.
Ada pula elemen baru di bagian bawah controller yang bentuknya menyerupai roda gulir atau scroll wheel. Namun, fungsi komponen itu belum dijelaskan.
Elite Series 3 juga disebut mungkin memiliki tombol khusus untuk berpindah antara mode cloud dan mode lokal. Jika benar, fitur ini akan memudahkan perpindahan dari bermain di konsol ke streaming tanpa banyak langkah tambahan.
Perubahan lain ada pada baterai. Bocoran menyebut model ini memakai baterai isi ulang 1,528mAh yang dapat dilepas, berbeda dari paket baterai internal yang lebih besar pada Elite Series 2.
Petunjuk arah baru untuk Xbox
Kemunculan dua controller ini dalam satu bocoran memberi gambaran yang cukup jelas tentang arah Xbox berikutnya. Di satu sisi ada model premium untuk pemain yang menginginkan kontrol lebih serius, sedangkan di sisi lain ada controller yang tampak dirancang khusus untuk masa depan cloud gaming.
Keberadaan Wi‑Fi langsung pada controller kecil menjadi petunjuk paling kuat bahwa Microsoft ingin mengurangi ketergantungan pada perangkat perantara. Dengan skema itu, pengalaman bermain lewat layanan cloud bisa dibuat lebih langsung dan lebih ringan.
Arah ini juga terasa berbeda dari strategi Xbox yang selama bertahun-tahun berpusat pada konsol, gamepad standar, dan aksesori premium. Bocoran hardware yang muncul justru menonjolkan streaming, portabilitas, dan perpindahan yang lebih mulus antar mode bermain.
Karena kedua perangkat sudah muncul dalam dokumen pengajuan regulasi, peluang pengumuman resminya dinilai cukup dekat. Xbox Games Showcase pada bulan Juni kini terlihat sebagai panggung yang paling masuk akal untuk memperkenalkannya secara resmi.
Sampai ada konfirmasi dari Microsoft, semua detail ini masih berada di ranah bocoran. Namun desain, konektivitas, dan perubahan baterai yang terungkap sudah cukup menunjukkan bahwa langkah berikutnya untuk Xbox mungkin dimulai dari controller yang dipakai pemain sehari-hari.
Source: www.androidauthority.com