Cosplay Anime, Busana Harajuku, dan Nuansa Jepang, RAN Ubah Panggung Pestapora Jadi Pementasan Tematik

Penampilan RAN di OTW Pestapora langsung berubah jadi suguhan tematik yang padat detail ketika trio ini membawakan lagu-lagu J-Rocks dengan konsep visual Jepang. Di Bengkel Space pada Minggu (3/5), mereka tidak hanya tampil lewat musik, tetapi juga lewat kostum, tata panggung, dan elemen visual yang saling menguatkan.

Visual Jepang dibuat dari berbagai elemen

Panggung yang mereka isi terasa seperti ruang pertunjukan yang sengaja dibangun untuk malam itu. Di layar dan tata panggung, muncul tipografi huruf Kanji serta tampilan Glico Man yang dikenal sebagai ikon Osaka.

Sebelum aksi dimulai, penonton juga disuguhi video animasi berbahasa Jepang yang memperkenalkan para anggota RAN. Kehadiran elemen itu membuat suasana pertunjukan terasa lebih imersif sejak awal.

Busana Harajuku jadi pusat perhatian

Sorotan lain datang dari pilihan busana tiga personel RAN yang mengusung gaya Harajuku. Tren fesyen jalanan asal Jepang itu dikenal ekspresif dan berani, sehingga cocok dengan konsep yang mereka bawa di atas panggung.

Rayi tampil dengan kemeja flanel, kaos kerah pendek warna merah muda, dan coat bermotif abstrak penuh warna. Asta mengenakan kemeja flanel merah, jaket denim, serta ripped jeans, sedangkan Nino tampil dengan kaos putih polos, jaket ripped jeans, dasi hijau, slayer jingga, dan kacamata hitam.

Band pengiring dan kolaborator ikut menghidupkan nuansa

Nuansa Jepang tidak berhenti pada kostum RAN saja. Band pengiring yang tampil bersama mereka juga ikut memperkuat atmosfer dengan memakai cosplay karakter anime populer seperti Naruto, Dragon Ball, dan Demon Slayer.

Kolaborator seperti Natasha Udu dan Dicky Difie turut mengenakan kostum cosplay serupa. Kehadiran mereka membuat kesan Jepang di atas panggung terasa makin penuh dan menyatu dengan konsep utama penampilan.

Pertunjukan terasa lebih dari sekadar set musik biasa

Dengan perpaduan lagu-lagu J-Rocks, kostum Harajuku, dan visual bertema Jepang, penampilan RAN di Bengkel Space tampil menonjol di OTW Pestapora. Set mereka terasa seperti pengalaman panggung yang dirancang khusus, bukan sekadar penampilan musik biasa.

Kombinasi itu membuat perhatian penonton tertuju pada detail yang mereka bangun dari awal sampai akhir. Hasilnya, panggung Pestapora malam itu berubah menjadi pertunjukan bernuansa Jepang yang mudah diingat.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait