916 Peserta Berebut Panggung, Turnamen Esports Ini Dibuat untuk Jaring Talenta Siber

Cyber Breaker Competition Season 3 menegaskan bahwa kompetisi keamanan siber kini bisa dikemas dengan cara yang jauh lebih dekat dengan generasi digital. Ajang yang digelar Peris.ai Cybersecurity bersama RRQ ini menggunakan format pertandingan ala esports untuk menarik minat peserta sekaligus memperluas jalur pencarian talenta.

Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, fX Sudirman. Sebanyak 916 peserta atau 458 tim ikut bersaing, terdiri dari mahasiswa, komunitas teknologi informasi, praktisi, hingga talenta keamanan siber.

Format pertandingan yang dibuat lebih mudah diikuti

CEO & Co-Founder Peris.ai Cybersecurity, David Samuel, menjelaskan bahwa kompetisi ini memadukan live hacking battle, edukasi publik, competitive storytelling, dan pengalaman pertandingan ala esports. Dalam siaran pers yang dikutip www.suara.com pada Senin (13/7/2026), ia menilai pendekatan tersebut membuat keamanan siber lebih menarik, mudah diikuti, dan relevan bagi generasi digital.

Penyelenggara juga merancang pertandingan agar audiens dapat mengikuti jalannya laga melalui caster, visualisasi data, dan analisis pertandingan. Meski tampil seperti pertandingan esports, proses pengujian tetap tidak menampilkan informasi sensitif.

Lonjakan peserta yang terus meningkat

SeasonJumlah PesertaKeterangan
Season 1137Peserta kompetisi keamanan siber
Season 2616Peserta kompetisi keamanan siber
Season 3916458 tim dari berbagai latar belakang

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dari satu musim ke musim berikutnya. Menurut Peris.ai Cybersecurity, peningkatan ini menandakan minat yang semakin besar terhadap ruang kompetisi keamanan siber yang legal, terarah, dan relevan dengan kebutuhan industri.

Tantangan teknis yang menguji strategi tim

Di setiap pertandingan, peserta menghadapi kategori Web, Crypto, Pwn, dan Reverse. Tantangan itu tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga kecepatan analisis, strategi memilih challenge, pembagian peran, serta pengambilan keputusan di bawah tekanan waktu.

Elemen esports seperti bracket, match format, caster, live audience, stage experience, player profile, analisis pertandingan, dan competitive storytelling diadaptasi ke dalam kompetisi ini. Hasilnya, peserta dinilai dari sisi keterampilan teknis sekaligus strategi, komunikasi tim, konsistensi, dan adaptasi.

Jalur pembinaan talenta untuk industri keamanan siber

Cyber Breaker Competition Season 3 juga diposisikan sebagai bagian dari talent pipeline bagi industri yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi keamanan siber. Melalui ajang ini, talenta muda mendapat ruang untuk mengasah kemampuan, membangun pengalaman kompetitif, memperluas jaringan profesional, dan memperoleh eksposur di hadapan komunitas serta pemangku kepentingan.

Penyelenggaraan musim terbaru ini didukung oleh PT Satria Siber Nusantara sebagai sponsor utama. David Samuel menyebut kolaborasi Peris.ai, RRQ, Satria Siber Nusantara, pemerintah, komunitas, dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keamanan siber yang lebih berkelanjutan.

Source: www.suara.com
Berita Terkait