Daihatsu mencatat pertumbuhan penjualan ritel 27 persen pada Semester I 2026, melampaui kenaikan pasar otomotif nasional yang berada di kisaran 19,6 persen. Hasil tersebut mengangkat pangsa pasar Daihatsu menjadi 17,1 persen di tengah persaingan kendaraan domestik.
Penjualan ritel Daihatsu mencapai 12.725 unit pada periode tersebut, naik dari 10.001 unit pada Juni 2025. Kenaikan ini menunjukkan permintaan terhadap kendaraan fungsional dan lebih ekonomis masih kuat.
Pasar Nasional Tetap Bertumbuh
Pasar otomotif Indonesia menutup Semester I 2026 dengan penjualan nasional sebanyak 74.507 unit. Menurut laporan Suara.com, angka itu bertumbuh sekitar 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Daihatsu yang lebih tinggi daripada pasar nasional memberi ruang bagi merek tersebut untuk meningkatkan kontribusinya. Kinerja itu juga memperlihatkan segmen kendaraan berharga di bawah Rp300 juta tetap menjadi arena penting bagi produsen otomotif.
Daihatsu menempatkan diri sebagai pemimpin di segmen mobil dengan harga di bawah Rp300 juta. Posisi tersebut berkaitan dengan fokus perusahaan pada kendaraan efisien yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
Gran Max Menjadi Penyangga Penjualan
Penjualan Daihatsu tidak hanya bertumpu pada satu jenis kendaraan. Gran Max Series, segmen LCGC, dan Terios membentuk fondasi utama penjualan ritel merek ini selama Semester I 2026.
| Model atau Segmen | Kontribusi Penjualan | Posisi |
|---|---|---|
| Gran Max Series | 53 persen | Kontributor terbesar |
| Sigra dan Ayla | 30 persen | Segmen LCGC |
| Terios | 10 persen | Kontributor ketiga |
Gran Max Series menyumbang 53 persen dari total penjualan ritel Daihatsu. Dominasi tersebut menegaskan peran kendaraan niaga yang mengutamakan fungsi dalam menopang kinerja perusahaan.
Sigra dan Ayla menempati urutan kedua dengan kontribusi gabungan 30 persen. Kedua model LCGC itu menjaga permintaan dari konsumen yang mempertimbangkan harga pembelian dan biaya penggunaan yang lebih terjangkau.
Terios memberikan sumbangan 10 persen terhadap penjualan ritel Daihatsu. Kehadiran SUV ini memperlihatkan bahwa kebutuhan konsumen juga mencakup kendaraan untuk penggunaan di luar segmen niaga dan LCGC.
Layanan Menjadi Bagian dari Strategi
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, menyebut kenaikan pangsa pasar sebagai bentuk kepercayaan pelanggan. Perusahaan juga menekankan akses yang mudah terhadap layanan penjualan dan purnajual.
“Kami bersyukur dapat menutup Semester I 2026 dengan peningkatan market share menjadi 17,1%. Capaian ini merupakan wujud kepercayaan pelanggan yang terus memilih Daihatsu sebagai solusi mobilitas mereka,” ujar Rokky Irvayandi pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut Rokky, Daihatsu akan terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan juga menyatakan akan memperluas kemudahan layanan agar tetap memberi nilai bagi pelanggan.
Program Pembelian Menambah Pilihan
Strategi penjualan Daihatsu pada Mei hingga Juli 2026 turut melibatkan program MIDYEAR SURPRISE DEAL. Program tersebut memberi kesempatan kepada pembeli untuk memenangkan Daihatsu Ayla modifikasi spesial.
Konsumen dalam program itu juga memperoleh pilihan paket tukar tambah dan kredit khusus. Skema tersebut menambah alternatif bagi calon pembeli yang mempertimbangkan kendaraan baru.
Kinerja Semester I 2026 memperlihatkan kendaraan terjangkau dan fungsional masih memiliki pasar besar di kota-kota besar Indonesia. Daihatsu mempertahankan perhatian pada jaringan purnajual yang mudah dijangkau untuk mendukung loyalitas pelanggan.
Source: www.suara.com






