Minat pencari kerja terhadap layanan digital milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus terlihat tinggi lewat aplikasi Nyari Gawe. Dalam waktu enam bulan sejak diluncurkan, platform ini mencatat 518.213 lamaran kerja, menandakan kanal digital tersebut cepat diterima masyarakat yang membutuhkan akses kerja yang lebih praktis.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menyebut 374.567 pencari kerja dari jumlah itu sudah terdaftar secara resmi sebagai pengguna aktif. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pencarian kerja kini makin bergeser ke layanan daring yang bisa diakses tanpa harus datang langsung ke kantor atau perusahaan.
Ratusan lowongan dari puluhan perusahaan
Nyari Gawe saat ini menampilkan 337 judul lowongan kerja dari 71 perusahaan mitra. Posisi yang dibuka juga beragam, sehingga bisa menjangkau pencari kerja dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda.
Beberapa jabatan yang tersedia di antaranya chef, telemarketing, staf akunting, dan dokter umum. Ragam posisi tersebut menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya menyasar satu kelompok pelamar, tetapi membuka peluang bagi berbagai tingkat pendidikan dan keahlian.
Alur rekrutmen yang sudah berjalan
Dari proses yang telah berlangsung, sebagian pelamar sudah memasuki tahapan lanjutan. Tercatat 1.198 pelamar masih dalam peninjauan, 2.016 pelamar sudah mengikuti wawancara, dan 493 orang telah diterima bekerja.
Data itu memberi gambaran bahwa platform ini tidak hanya menjadi tempat melihat informasi lowongan, tetapi juga benar-benar dipakai dalam proses rekrutmen. Alur tersebut membuat layanan ketenagakerjaan digital semakin terasa fungsional bagi pelamar maupun perusahaan.
Daerah industri jadi penyumbang pelamar terbesar
Disnakertrans Jawa Barat mencatat pelamar terbanyak berasal dari wilayah industri seperti Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kota Bandung. Pola ini menunjukkan tingginya kebutuhan kerja digital di daerah dengan mobilitas tenaga kerja yang besar.
Meski begitu, penggunaan layanan ini tidak terbatas pada warga Jawa Barat. Pemerintah daerah juga mencatat adanya pelamar dari luar provinsi yang ikut memanfaatkan Nyari Gawe, sehingga jangkauan aplikasi tersebut mulai meluas.
Penanganan aduan teknis ikut dijalankan
Untuk menjaga kenyamanan pengguna, Pemprov Jawa Barat menyiapkan pendampingan teknis dalam penggunaan aplikasi. Langkah ini penting karena layanan seperti ini kerap menghadapi kendala dasar, mulai dari login, pengisian data, lupa akun, hingga verifikasi OTP.
Sebanyak 51 aduan terkait operasional telah ditangani seluruhnya oleh tim terkait. Respons cepat terhadap kendala ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik agar layanan digital ketenagakerjaan tetap dipakai secara luas.
Data utama Nyari Gawe
- Lamaran kerja dalam enam bulan: 518.213 orang
- Pengguna aktif terdaftar: 374.567 orang
- Judul lowongan tersedia: 337
- Perusahaan mitra: 71
- Masih ditinjau: 1.198 pelamar
- Sudah wawancara: 2.016 pelamar
- Diterima bekerja: 493 orang
- Aduan teknis tertangani: 51 kasus
Kehadiran Nyari Gawe memperlihatkan bahwa layanan ketenagakerjaan digital kini menjadi jalur penting bagi banyak pencari kerja di Jawa Barat. Dengan jumlah pelamar yang tetap tinggi, keberlanjutan layanan, ketepatan data lowongan, dan dukungan teknis akan tetap menjadi faktor utama agar platform ini terus dipercaya pengguna.
Source: jabar.antaranews.com