Harga emas dunia kembali menguat setelah pasar membaca meredanya tekanan geopolitik dan menurunnya peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Pada perdagangan terbaru, emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.338,86 per troy ons.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus 2026 juga ditutup naik tipis 0,1% ke level US$ 4.354,40 per troy ons. Pergerakan ini menunjukkan minat investor terhadap emas masih terjaga, meski penguatannya belum terlalu agresif.
Sentimen pasar bergeser setelah kesepakatan sementara diumumkan
Perubahan arah pasar dipicu kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata yang dicapai pada April 2026 selama 60 hari tambahan.
Kesepakatan itu juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting yang sebelumnya secara efektif diblokade Iran sejak konflik dengan AS dan Israel pecah pada Februari 2026. Redanya tensi ini membuat pelaku pasar menilai risiko geopolitik mulai menurun.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menilai prospek berakhirnya perang menjadi penopang utama harga emas dalam dua sesi terakhir. Ia mengatakan, “Yang menopang pasar selama dua sesi terakhir adalah prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang.”
Energi melemah, ekspektasi suku bunga ikut berubah
Selain faktor geopolitik, pelemahan harga energi juga memperkuat posisi emas. Harga minyak mentah Brent turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret 2026 setelah anjlok hampir 5% menyusul pengumuman kesepakatan sementara itu.
Penurunan minyak penting karena harga energi yang tinggi selama ini ikut mendorong ekspektasi inflasi dan menjaga kemungkinan suku bunga tetap tinggi. Saat tekanan itu mereda, emas kembali dipandang menarik sebagai aset lindung nilai.
David Meger juga menyebut pelemahan suku bunga jangka pendek dan mengecilnya peluang The Fed menaikkan suku bunga tahun ini ikut menopang pasar. Data CME FedWatch memperlihatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026 kini diperkirakan 60%, turun dari sekitar 70% pada pekan lalu.
Logam mulia lain ikut bergerak searah
Penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot naik 0,3% menjadi US$ 70,22 per troy ons, sementara platinum melonjak 2,8% ke level US$ 1.816,65 per troy ons.
Paladium juga menguat 0,7% menjadi US$ 1.358,06 per troy ons. Pergerakan serempak ini menandakan pasar sedang merespons perubahan kombinasi antara meredanya risiko geopolitik dan penyesuaian ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral.
| Komoditas | Pergerakan Terbaru |
|---|---|
| Emas spot | Naik 0,8% menjadi US$ 4.338,86 per troy ons |
| Emas berjangka AS Agustus 2026 | Naik 0,1% menjadi US$ 4.354,40 per troy ons |
| Perak spot | Naik 0,3% menjadi US$ 70,22 per troy ons |
| Platinum | Naik 2,8% menjadi US$ 1.816,65 per troy ons |
| Paladium | Naik 0,7% menjadi US$ 1.358,06 per troy ons |
Dalam beberapa bulan terakhir, emas sempat tertekan karena konflik antara AS, Israel, dan Iran memicu kenaikan harga minyak serta memperbesar peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Kini, perhatian pasar bergeser ke rangkaian pertemuan bank sentral global sepanjang pekan ini, termasuk keputusan suku bunga The Fed yang menjadi pertemuan pertama di bawah kepemimpinan ketua baru Kevin Warsh.
Source: www.beritasatu.com





