Dana Stimulan Di Pidie Jaya Berubah Jadi Modal Usaha, Warga Huntara Bertahan

Author: Redaksi Android62

Di sejumlah hunian sementara di Kabupaten Pidie Jaya, bantuan dana stimulan tidak berhenti pada perbaikan rumah yang rusak. Sebagian warga justru mengubahnya menjadi modal usaha kecil untuk menutup kebutuhan harian keluarga di tengah masa pemulihan.

Perubahan fungsi bantuan itu terlihat di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu. Di kawasan huntara tersebut, aktivitas jual beli makanan dan minuman mulai tumbuh di antara warga penyintas bencana hidrometeorologi yang masih berupaya bangkit.

Usaha kecil menjadi penopang baru keluarga

Milawati menjadi salah satu warga yang memanfaatkan bantuan stimulan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir. Namun, banjir kembali datang saat proses pemulihan rumahnya belum tuntas.

Dalam kondisi terbatas, ia bersama keluarga memilih membuka usaha kecil di kawasan huntara dengan menjual makanan ringan. “Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Huntara Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Milawati menyebut bantuan stimulan sebesar Rp8 juta yang diterimanya, ditambah bantuan dana koperasi sebesar Rp200 ribu, sangat membantu keluarganya melewati masa sulit. Ia kini tinggal bersama suaminya di huntara, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah dan satu anak masih menempuh pendidikan di pesantren.

Langkah serupa ditempuh Salwati

Cerita serupa datang dari Salwati, warga Desa Meunasah Lhok lainnya, yang juga memanfaatkan sebagian bantuan stimulan sebagai modal usaha. Ia menjalankan jualan makanan dan minuman di kawasan huntara untuk memenuhi belanja harian keluarga.

“Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari,” kata Salwati. Dari usaha sederhana itu, ia memperoleh penghasilan baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana.

Dampaknya melampaui perbaikan fisik

Fenomena ini menunjukkan bahwa bantuan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memberi dampak yang lebih luas dari sekadar perbaikan rumah warga. Di Pidie Jaya, bantuan tersebut ikut mendorong pemulihan ekonomi keluarga penyintas.

Di tengah keterbatasan pascabencana, warga memanfaatkan setiap dukungan yang ada untuk bertahan dan bergerak maju. Aktivitas dagang kecil di huntara menjadi bukti bahwa pemulihan dapat tumbuh dari level keluarga, melalui cara-cara sederhana yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari.

Kisah Milawati dan Salwati memperlihatkan bagaimana bantuan stimulan dapat berkembang menjadi modal usaha ketika kebutuhan dasar mulai tertangani. Di Pidie Jaya, pemulihan warga kini tidak hanya terlihat dari rumah yang diperbaiki, tetapi juga dari usaha kecil yang memberi harapan baru bagi kehidupan keluarga penyintas.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru