Danamon Bidik Biaya Sekolah Anak yang Terus Naik, Dana Pendidikan Kini Lebih Terencana

Biaya pendidikan yang terus menanjak membuat banyak keluarga tidak lagi cukup mengandalkan tabungan biasa. Data Statistik Penunjang Pendidikan Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata biaya pendidikan jenjang SMA naik dari sekitar Rp 4,6 juta pada 2018 menjadi sekitar Rp 10,2 juta pada 2024.

Di jenjang pendidikan tinggi, rata-rata biaya yang sempat menurun juga kembali naik menjadi sekitar Rp 19 juta pada 2024. Kondisi ini mendorong perencanaan pendidikan dipandang perlu disusun lebih awal, lebih terukur, dan tidak hanya bertumpu pada satu sumber dana.

Kolaborasi untuk satu ekosistem pendidikan

Menanggapi kebutuhan tersebut, Danamon meluncurkan Danamon Prasmul EduWealth bersama Universitas Prasetiya Mulya dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Layanan ini dirancang untuk menggabungkan perencanaan pendidikan, pendanaan, dan perlindungan dalam satu ekosistem.

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, mengatakan kebutuhan dana pendidikan perlu disiapkan sejak dini agar orang tua dapat menyusun rencana keuangan dengan lebih terarah. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan keluarga.

“Pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan keluarga. Seiring meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun, perencanaan yang dilakukan sejak dini, termasuk perencanaan keuangan, menjadi semakin penting agar orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara lebih terarah,” kata Ivan dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan, Danamon Prasmul EduWealth ditujukan untuk membantu nasabah menyiapkan kebutuhan dana pendidikan secara bertahap dan terencana dengan solusi keuangan yang holistik.

Angka biaya pendidikan yang naik dalam beberapa tahun

Jenjang PendidikanBiaya 2018Biaya 2024
SMARp 4,6 jutaRp 10,2 juta
Pendidikan tinggiTidak disebutkanRp 19 juta

Lonjakan biaya tersebut membuat keluarga juga perlu memikirkan perlindungan atas risiko yang dapat mengganggu kelanjutan pendidikan anak. Menabung saja dinilai tidak selalu cukup untuk menghadapi kebutuhan jangka panjang yang terus berubah.

Perlindungan ikut menjadi bagian rencana

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, mengatakan perencanaan pendidikan jangka panjang perlu disiapkan secara lebih menyeluruh. Menurut dia, perlindungan dibutuhkan agar keluarga tetap memiliki kesiapan finansial ketika menghadapi risiko kehidupan yang tidak terduga.

“Pendidikan anak merupakan salah satu tujuan penting bagi banyak keluarga,” kata Lauren. “Namun, rencana jangka panjang seperti ini perlu disiapkan secara lebih menyeluruh, termasuk melalui perlindungan yang dapat membantu keluarga tetap memiliki kesiapan finansial saat menghadapi risiko kehidupan,” ujarnya.

Peran pendidikan, perbankan, dan asuransi

Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, menilai pendidikan berkualitas membutuhkan persiapan yang matang. Ia menekankan bahwa keputusan pendidikan anak tidak semestinya hanya ditentukan oleh kemampuan finansial keluarga pada satu waktu tertentu.

Djisman juga melihat kolaborasi lintas sektor sebagai langkah penting agar keluarga bisa menyusun perencanaan pendidikan yang lebih terarah di tengah meningkatnya tantangan biaya dan kebutuhan kompetensi masa depan. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal memilih universitas terbaik.

“Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memilih universitas terbaik, tetapi juga tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih potensi terbaiknya,” tegasnya.

Dengan menggabungkan sektor pendidikan, perbankan, dan asuransi, Danamon berharap keluarga Indonesia bisa membangun kebiasaan perencanaan keuangan yang lebih disiplin. Tujuannya adalah menjaga agar cita-cita pendidikan anak tetap berada dalam jalur yang terencana meski biaya terus bergerak naik.

Source: money.kompas.com
Berita Terkait